Rumusan Sukses dari Sebuah Pengalaman

Ilustrasi gambar Rumusan sukses secara matematika (*artur)

Oleh: Arnold C. Turang dan Yusuf 
 
MUKADIMA 
Sering kita mendengan orang berkata "Orang Sukses", dan kata-kata sapaan ketika ketemu dengan siapapun kenalan saudara teman dan lainnya, saat bertemu, sering kita dengar: kamu sudah sukses.
 
Demikian ekspresi dan apresiasi orang, bila orang yang dia kagumi dan dia banggakan ketika bertemu langsung.
 
Banyak pendapat dan rumusan orang tentang "Sukses". mengutip Kompassiana com yang menguraikan tentang Sukses, adalah: kemampuan untuk menjalani hidup Anda sesuai dengan keinginan Anda, melakukan apa yang yang paling dinikmati, dikelilingi oleh orang-orang yang Anda senangi dan hormati.
 
Dalam pertumbuhan dan perkembangan kita, ketika kita dihasilkan dari buah cinta kasih orang tua kita yang diberkati oleh Tuhan dalam satu ikantan cinta Kasih Allah melalui satu persekutuan keluarga, itu adalah Sukses awal yang telah tercipta dan kita alami, sebagai anugerah Tuhan.
 
Sukses tidak selamanya harus menjadi kaya, dan memiliki harta berlimpah. Tapi kemampuan kita mengartikan dan melakukan kehendak Tuhan agar kita menjadi berkat dimana kita diutus Tuhan dalam tugas kerja dan keluarga kita..
 
Syukur pada Tuhan yang menjawab "Doa" kita ketika kita menyelesaikan semua tahapan pendidikan dan masuk pada fase mencari pekerjaan, dan Anugerah Tuhan,kita dipercayakan bekerja dalam satu instansi apapun itu.
 
Ketika kita berhasil dalam tugas kerja dan karya, tentunya dengan melakukan kehendakNya dan mendapat pengakuan dimana kita dipercayakan bekerja karena kita " BERINTEGRITAS" dalam bekerja, serta TULUS melayani dimana kita ditugaskan, itu adalah Sukses.
 
Sukses keberhasilan kita bekerja, dan kita memiliki relasi yang baik dengan sobat kenalan kita,keluarga serta ketemu dengan saudara teman dan siapapun dia kita menjadi harapan yang dinanti. Ketika kita melakukan tanpa beban dan tulus maka bahagialah kita.
 
Dalam artikel singkat ini akan menguraikan pengalaman ketika kita berupaya Berintegritas dalam bekerja dalam ketulus ketika menanggapi dan melayani kerja kita, dimanapun kita dipercayakan, berkarya.
 
INTEGRITAS 
Banyak pendapat dan rumusan tentang integritasn, menurut Masmar.com : Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan definisi lain dari integritas adalah suatu konsep yang menunjuk konsistensi antara tindakan dengan nilai dan prinsip.
 
Fungsi kognitif dari Integritas adalah :mencakup kecerdasan moral dan wawasan diri (self insight). Dan wawasan diri itu meliputi pengetahuan diri dan refleksi diri.
 
Dari penjelasan tersebut maka dapat dijelaskan bahwa fungsi kognitif integritas adalah untuk memelihara moral seseorang dan mendorong orang tersebut untuk memiliki pengetahuan yang lebih luas.
 
sedangkan fungsi afektif mencakup hati nurani dan harga diri. Sehingga fungsi afektif integritas adalah untuk menjaga nurani manusia agar tetap memiliki ‘hati’ dan perasaan sebagai manusia.
 
TULUS
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) Tulus adalah: Sungguh dan bersih hati. Bukan karena takut dikatakan tidak loyal, tidak konsisten, tidak sungguh-sungguh dll.
 
Dari pengalaman, banyak orang berintegritas, loyal, namun itu "karena sesuatu" dan tidak disertai dengan Tulus, kelak ketika waktu dan "tertentu" tidak sesuai, mengecewakan.
 
RELIGIUS
Dari beberapa literatur on line yang dapat membantu memahami religius, menjelaskan: Religius adalah Perkembangan perilaku dan keagamaan pada diri seseorang. Memang menjadi implikasi dari tahap kematangan diri seseorang yang dapat dikatakan sebagai individu dan pribadi religius.
 
Sedangkan untuk penyebutan ini pun digunakan untuk diri seseorang yang sudah matang di dalam agama. Ciri-ciri yang masuk dalam katagori Religius: 1). Keimanan yang utuh dari agamanya, 2). Berdiakonia/ Beramal, 3). Melaksanakan ibadah dan melakukan ajaran agamanya, 4).Memiliki ahlak yang mulia dari tutur kata santun
 
Berdasarkan referensi yang dapat dipelajari dan dialami, dapat dirumuskan sederhana SUKSES secara Matematika adalah seperti dalam ilustrasi yang saya sajikan dalam postingan ini.  
Semoga bermanfaat dan dapat kita maknai dan koreksi sesuai dengan realitas kehidupan kita. (*artur)
 
Oleh: Arnold C.Turang dan Yusuf

Kenali Industri 4.0 dan "Mainkan" Untuk Kesejahteraan Manusia

Implementasi; Memainkan Peran pada Revolusi 4.0 Balitbangtan

Ketika mengikuti Workshop Pengelolah Informasi dan Dokumentasi lingkup Badan Litbang Pertanian yang dilaksanakan di Bekasi, Dr.Ir.Haryono,MS. yang adalah kepala Badan Litbang Pertanian di masanya, memperkenalkan pada peserta teknologi Presisi.

Selanjutnya pada pertemuan akhir di Bandung, masih Workshop terkait dengan TIK, beliau yang saat itu sebagai Rektor Binus, kembali mengingatkan peserta akan pentingnnya teknologi Presis, menjawab kebutuhan pertanian kedepan.

Penguasaan informasi dan teknologi sebagai kunci utama untuk dapat menguasai dunia. Lahan boleh saja berkurang, tapi solusinya kuasai data, wawasan dan inspirasi dari goole. Dengan memainkan jari tangan kita dapat menggerakkan dan mengoptimalkan sumberdaya alam dan manusia.

Saat ini pergerakan teknologi informasi begitu cepat. Menurut google consumer barometer (2017), Dari basis yang rendah saja 29% pada tahun 2013, jumlahnya orang yang mengakses internet di Indonesia telah tumbuh menjadi 56% pada tahun 2017.

Indonesia saat ini, telah berada di tengah-tengah percepatan digital yang belum pernah terjadi sebelumnya. Masih menurut google consumer, orang-orang Asia Tenggara ini, "raksasa" sedang long-on ke internet.Dan Indonesia adalah yang terbesar tumbuh paling cepat diantara mereka. 

Dengan beragm informasi yang masuk dalam Big Data, harus termanfaatkan untuk tujuan kesejahteraan manusia. Kenali dan kuasia teknologi itu untuk diberdayakan bagi kesejahteraan manusia. Teknologi Industri 4.0 harus dimasuki, kuasai dan mainkan.

Industri 4.0 adalah nama tren otomatis dan pertukaran data terkini dalam tenologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem siber- fisik, internet untuk segala komputasi awan dan komputasi kognitif.

Industri 4.0 menghasilkan pabrik cerdas. Di dalam pabrik cerdas berstruktur monuler, sistim siber-fisik mengawasi proses fisik. Menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dan membuat keputusan terpusat dan akurat.

Melalui internet untuk segala Internet of Things (IoT), sistim siber-fisik berkomunikasi dan bekerjasama satu sama lain dan manusia secara bersama. Lewat komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.

Istilah :Industri 4.0” berasal dari sebuah proyek dalam strategi teknologi canggih pemerintah Jerman, yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Istilah Industri 4.0 diangkat kembali di Hannover Fair tahun 2011 pada Oktober 2012 Working Group on Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. Anggota kelompok kerja Industri 4.0 diakui sebagai bapak pendiri dan perintis Industri 4.0.

Laporan akhir Working Group Industri 4.0 dipaparkan di Hannover Fair tanggal 8 April 2013

Prinsip Rancangan

Ada empat prinsip rancangan dalam Industri 4.0. Prinsip-prinsip ini membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario Industri 4.0.

  • Interoperabilitas (kesesuaian): Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet untuk segala (IoT) atau Internet untuk khalayak (IoP).
  • IoT akan mengotomatisasikan proses ini secara besar-besaran
  • Transparansi informasi: Kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Prinsip ini membutuhkan pengumpulan data sensor mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi.
  • Bantuan teknis: Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.
  • Keputusan mandiri: Kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, tugas didelegasikan ke atasan.

Implemetasi 4.0

Penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan internet, menjadi ciri dari revolusi industri yang ke-empat atau dikenal dengan 4.0. Kementerian pertanian melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), telah memulai dengan aplikasi-aplikasi sederhana melalui android. Contoh mudah penerapan Katam Terpadu, Tanam, MyAgri dan lainnya yang tinggal setuhan tangan.

Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut juga Industri 4.0, ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet.

Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Ke depan, olah lahan, tanam, panen, hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah.

Untuk itu "Power your business with the latest data, insights and inspiration from Google". Ketika kita persiapkan data dan wawasan degan inspirasi dari google, pasti bisnis kita lancar ketika kita masukki tahun 2019.

Selamat datang pendatang dunia milenial "Bumi Rumah Kita bersama kita berdayakan untuk kesejahteraan umat manusia."(*Art)

Sumber: media online dan materi-materi mengikuti seminar dan workshop.

Derashilir oleh: Arnold C.Turang dan Yusuf.

Panen Padi di Tomohon Barat Oleh Sekkot Dr.Arnold Poli, MSi.

Tomohon Barat, 18 Nop 2016---Sekretaris kota Tomohon Dr.Drs. Arnold Poli,MSi. mewakili walikota Tomohon, melakukan Panen Padi Ciherang dan Padi Emas di kota Tomohon.

Pada lahan dengan luas sekitar 4 ha, dengan teknologi introduksi dari Pengelolaan Tanaman Terpadu, sistim tanam Jajar Legowo 2:1, petani merasakan manfaatnya.

Kepala Dinas Pertanian Sulut Dr.Ir.Ari Bororing dalam mengawali sambutan, mengapresiasi kinerja petani kota Tomhon, yang komitmen dengan menerapkan teknologi pertanian. Sejak di perkenalkan sistim Jarwo pada demplot tahun 2010, petani lebih masif lagi menerapkan teknologinya.

Lebih lanjut Bororing menjelaskan, selama petani berkomitmen mengembangkan pertanian, Dinas akan terus mendampingi danmenfasilitasi kebutuhan petani, yang penting harus berhasil.

Karena Menteri Pertanian dalam satu pertemuan di Minut, telah menyampaikan: bantuan akan ditambah selama bantuan itu mendatangkan hasil, karena bila tidak maka daerah yang dibantu dan tidak ada hasil, anggarannya berikut tidak akan di alokasikan.

Menurut Ir. Ervin, kepala Dinas Pertanian dan Peternakan kota Tomohon, bahwa target Upsus Sulut untuk kota Tomohon, sudah Surplus, namun untuk target kota Tomohon sendiri, Ervins merendah bahwa belum tercapai. Dan target Tomohon, dia berharap tuntas Desember, karena sampai sat ini masih melakukan panen.

Kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr.Ir. Hiasinta J.F. Motulo,MSi., berharap agar petani lebih konsisten dalam menerapkan teknologi yang telah diterapkan dan tetap pertahankan menerapkan sistim tanam Jajar Legowo. Karena teknologi ini sudah dirasakan petani manfaatnya, dapat meningkatkan hasil : dulunya hanya 4-5 ton per ha, dengan teknologi sudah bisa 7-8 ton per ha.

Kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani dan poktan oleh bapak walikota Tomohon yang di wakili oleh pak Sekretaris kota Tomohon.(Art)

Kadis Pertanian Sulut: Luas Tambah Tanam Di Sulut Sudah Harga Mati

Kalasey,19 Juli 2016

Mantapkan komitmen dalam mensukseskan program Upsus Pajale, koordinator Upsus Sulut Dr.Ir.Dedy, melakukan pertemuan bersama para LO, Detaser di BPTP Sulawesi Utara. Pertemuan dipandu langsung oleh kepala BPTP Sulut Dr.Ir.Abdul Wahid Rauf,MS. dan dibuka oleh Kadis Pertanian Dr.Ir.Arie Bororing,MSi.

Bororing dalam sambutan mengapresiasi pertemuan yang dilaksanakan, karena begitu besar perhatian pusat dalam hal ini koordinator Upsus Sulut dan tim kerja, dalam mendorong kegiatan sukseskan Upsus Pajale di Sulawesi Utara.

Lebih lanjut beliau mengingatkan pada semua yang hadir bahwa: luas tambah tanam padi sawah di Sulawesi Utara sudah harga mati, ibuh beliau. Karena tidak ada alasan lagi bagi petani bila tidakmelakukan penanaman, sementara fasilitas yang diberikan pemerintah itu luar biasa.

Lihat saja, di depan kita (beliau menunjuk peralatan pertanian di BLPP yang siap diambil petani), peralatan untuk mendukung sukses Upsus Pajale. Demikian dengan benih yang diberikan untuk petani yang siap melakukan penanaman. Nanum demikian Bororing juga mengakui masih ada sedikit kendala, karena petani tidak berkelompok, sementara bantuan salah satu syarat harus berkelompok.

Untuk itu, Bororing,menghimbau para LO dan petugas detaser untuk sekalian menjadi corong menjelaskan persyaratan serta menjadi fasilitasi petani-petani yang belum terakomodir dalam kelompok, untuk dibantu, dengan melengkapi sesuai persyaratan sehingga mereka boleh mengakses bantuan yang ada.

Bororing juga berharap para LO dan Detaser bersama penyuluh pertanian agar lebih cepat dalam mengidentivikasi permasalahan petani dilapangan. Agar permasalahan petani lebih cepat di identivikasi oleh aparat pertanian dan cepat ditindak lanjuti permasalahannya, jangan kalah cepat dengan Babinsa, imbuhnya.

Mengakhiri sambutannya Bororing memotivasi LO dan Detaser untuk juga memotivasi petani menanam, menurut beliau: Orang ragu menanam di musim Juli karena takut dengan kemarau, namun, saat ini kita pada kemarau basah, artinya bisa menanam. Beliau mencontohkan sampai saatini masih ada hujan.(*Artur)

Memacu Petani Kejar Waktu Tanam

Belang Mitra 25 Pebruari 2016---Mengejar waktu tepat menanam,di kecamatan Belang tepatnya didesa Moas, kecamatan Belang.
 
Tenaga Detaser dari Balitbangtan, Estiyanto melaporkan bahwa, dari 45 ha luas sawah yang ada di Desa Moas, yang dapat didampingi bersama dengan PPL Nontje Saumana, baru 2 ha. 
 
Fungsi tenaga detaser dilapangan diharapkan menjadi pemotivasi bagi petani dan penyuluh dalam mendorong petani untuk percepat pelaksanaanpenanaman. Ini penting agar waktu menanam tepat waktu, sesuai kalender tanam dan akan menekan resiko gagal.
 
Varietas yang di tanam petani adalah varietas Cigeulis, dengan sistem tanam Jajar Legowo, yang sudah akrap di petani, sejak diperkenalkan BPTP di persawahan Ranombolai Desa Molompar tahun 2011. 
 
Menurut Kepala BP3K Belang Ibu Nontje Saumana, bahwa petani di Belang pada umumnya sudah menggunakan sistem Jajar legowo, krn petani sudah merasakan sendiri keuntungan dengan sistem tersebut.​ (*art)
 
Sumber: Estiyanto
 

Bupati Bolmut dan Dandim Bolmong saat menyampaikan sambutan pada Rapat Koordinasi Upsus Pajale di Bolmut.

Bolmut,25 Peb.2016---Koordinator Upsus Pajale di Sulawesi Utara, bergerak cepat menyambangi daerah Bolmong Bersatu. Betapa tidak setelah kegiatan penelusuran lapangan di kota Kotamobagu,melihat perkembangan tanaman padi dan jagung serta Embung untuk pengairan, lanjut ke Bolmut untuk kegiatan koordinasi.

Di Bolmut, rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati Bolmut Depri Ponto, dihadiri oleh Babinsa, Petani dan Petugas Pertanian.

Ponto dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih kepad TNI dan Masyarakat Pinogaluman ats terselenggaranya pelaksanaan kegiatan ini.

masih menurut Pontoh: masalah yg dihadapi petani adalah harga, dan kekurangan alsintan. Petani di kec.Pinogaluman sudah 100 persen menerapkan sistem jajar legowo. Di kecamatan Sangku merupakan wilyah fokus pertanian yg memiliki bendungan namun pemanafatan legowo baru 60%.

Sebagai informasi, di tahun 2015 hasil 7.4 ton/ha dan saya berharap para petani bisa meningkatan menjadi 8-8.5 ton/ha. 

Jadilah Petani yg profesional yg mampu bekerjasama dg pemerintah dan tidak keluar dari sistem. Bantuan pemerintah jangan dijadikan komoditi politik.

Beberapa waktu lalu, pemerintah Bolmut telah melakasanakan MUO target luas tanam dengan camat dan camat dengan sangadi. Produksi ditahun 2015 telah capai target dan telah mencapai luas target tanam bahkan lebih.

Diakhir sambutan, Bupati menghimbauan, agar semua yang terkait dengan UPSUS Pajale agar tetap berkoordinasi dan bekrja keras agar target dapat tercpai bahkan dapat lebih tinggi dari tahun sebelumnya, imbuh Bupati.

Sementara  Dr.Ir.Dedy, selaku koordinator Upsus Pajale di Sulut mengatakan: Pemerintah dan TNI sudah bersinergi dalam membangun pertanian di Bolmut. Untuk itu di tahun ini bantuan pemerintah pusat 100 unit handtractor dan 7 unit traktor besar. Saya berharap bantuan ini akan lebihmenacu semangat petani di Bolmut, dalam meningkatkan produktivitasnya di pertanian.

Dalam mencapai swawsembada pemerintah telah mencanangkan kegiatan UPSUS Pajale sejak tahun 2014. Hal ini diwujudkan pemerintah lewat: Perbaikan Jaringan Irigasi, optimasi lahan, GP PTT, untuk tingkatkan produktivitas petani.

Dedy dalam mengakhiri sambutan, mengapresiasi upaya pemerintah Bolmut yangtelah menerapkan teknologi dalam kegiatan usahatani padi sawah. Demikian dengan kerjasama semua pihak dalam sukseskan UPSUS Pajale di Bolmut. Tiga pilar utama TNI-AD, Dinas Pertanian dan Bakorluh, agar kita selalu satu dalam mewujudkan Sukses Upsus Pajale di Sulawesi Utara.(*artur)

Sumber Faizal.

 

Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Target Luas Tanam di Kota Kotamobagu(24/02/'16 Koordinator Upsus Sulut Dr.Ir.Dedy, Walikota Kotamobagu dan Dandim Bolmong saat pertemuan.

Tingkatkan Kerjasama Di Daerah Untuk Mantapkan Capaian Upsus di Sulut

Foto Bersama Setelah Rapat.

Balitka-(Rabu,17/02/'16).Kerja cepat dan cerdas, yang dilakoni koordinator Upsus Sulut serta tim kerja di Sulawesi Utara, menjadi semangat bagi pelaksana lapangan.

Setelah melakukan koordinasi dengan Komandan Kodim Bolmong,tim kerja Upsus langsung menuju Dinas Pertanian Provinsi berkomunikasi terkait percepatan tanam Upsus di Sulawesi Utara.

Tim yang dipimpin oleh Dr.Ir.Dedy Nursyamsi, setelah diskusi dengan kepala Dinas Pertanian dan Peternakan,langsung mengadakan pemantapan lagi dengan tim kerja di Balitka Mapanget.

Di Balitka, dalam pertemuan yang membahas 4 hal penting: 1). Terkait dengan rencana Kunjungan Pak Menteri Pertanian di Sulawesi Utara dalam rangka panen perdana Jagung, 2).Hasil Koordinasi dengan Dandim dan Rencana Pertemuan Di Bolmong, 3).Terkait dengan LTT dan Strategi mendorong percepatannya, serta 4). Kendalah dan masalah dalam sistem pelaporan online.

Dalam evaluasi di Balitka, masing-masing Detaser dan LO, memaparkan kondisi masing-masing daerah, capaian kendalah dan cara menyelesaikan, disampaikan dan mendapatkan tanggapan dari koordinator.

Dinamika terlihat dari masing-masing laporan para Detaser dan LO. Masing-masing punya keragaman dan kendala, namun upaya tim kerja dalam mengatasi mendapat apresiasi koordinator.

Walau capaian masih kecil, tapi kita semua kompak untuk capaian yang telah ditargetkan akan kita tuntaskan bersama. Tingkatkan terus koordinasi dan Pendekatan di masing-masing daerah, imbuh Dedy.

Kegiatan dihadiri oleh Kapus Karantina dr.Sujarwanto, Rudy Cahyohutomo, Kepala Balitka, Kepala BPTP,Para LO, Bu Anny, Detaser.(*art)

Koordinasi dan Pertajam Strategi Capai Target Upsus PJK di Sulut 2016

 

Jumat, 05 Februari 2016 10:38. Bertempat di Komando Distrik Militer (KODIM 1302) Minahasa, Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Target Luas Tanam Oktober/Maret 2015/2016 dan Strategi Pencapaian Luas TanamPadi April/September 2016.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Minahasa, dihadiri oleh para pendamping Upaya Khusus (UPSUS) PJK dari pihak TNI-AD: Bintara Pembina Desa (Babinsa), Koramil, Kepala BP3K se kabupaten Minahasa dan kota Tomohon, PPL Pendamping, Tenaga Detaser Balitbangtan, LO, Kepala Dinas Pertanian Kota Tomohon,Kepala BP4K Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa, Tim Pendamping Pusat dipimpin Dr.Dedy Nursayamsi sebagai Koordinator Upsus Sulut.

Kepala Staf Kodim, dalam sambutan, mengajak agar semua komponen terlibat dalam kegiatan pendampingan Upsus PJK di kabupaten Minahasa dan kota Tomohon, agar lebih pererat lagi koordinasi untuk mencapai apa yang telah ditargetkan untuk dicapai. Bagi TNI, tidak ada kata tidak dalam hal Sukse PJK. Kita koordinasikan apa yang kurang dan perbaiki bersama dalam rapat ini.

Sementara Kadis Pertanian Minahasa Ir.R.Mambu, berharap agar semua komponen, bersamakita cermati betul akan targetyang telah di tetapkan untuk segeradisesuaikan dengan kondisi alam, dengan melakukan koordinasi dengan BMG dan mengacu pada kalender tanam. Sehingga apa yang telah kita targetkan tidak gagal. Pengalaman masa lalu kita jadikan pelajaran, untuk tidak gagal lagi saat ini. Apalagi pendampingan bersama dengan TNI.

Sementara Kadis Pertanian Peternakan dan Perikanan kota Tomohon Ir. Ervins Liuw, memberikan apresiasi pada pihak TNI-AD yang sangat membantu dalam pendampingan. Bahkan Ervins mengamati:"ada Babinsa mulai mencintai kerja pendampingan Upsus PJK di Lapangan. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa kota Tomohon selain target yang telah ditetapkan tingkat provinsi, juga ada target tingkat kota lebih tinggi dari tingkat provinsi. Hal ini karena kota Tomohon selain alokasi dana bantuan pusat, juga mengalokasikan dana bantuan UPSUS melalui dana APBD.

Dedy Nursyamsi ketika memaparkan materi dalam rapat koordinasi,menyatakan bahwa: target yang telah ditetapkan secara nasional 15.707.662 ha luas tanam dan untuk Sulawesi Utara adalah 148.638 ha. Untuk mencapai target produksi Sulawesi Utara 697.836 ton GKP,maka titik ungkit yang dapat digerakkan dengan kegiatan Optimasi lahan pertanian yang ada dengan meningkatkan IP, Perbaikan Jaringan Irigasi Teknis,meningkatkan produktivitas. selainitu juga harus digerakkan penggunaan benih yang baik,penggunaan alat dan mesin pertanian.

Lebih lanjut dijelaskan, pemanfaatan lahan-lahan tidur juga, lahan tidur sub optimal pencetakan sawah baru. Untuk itu koordinator Upsus berharap melaluikegiatan ini agar semua komponen terkait untuk mencermati target masing-masing kabupaten dan kota, menyusun strategi pencapaian, dan melakukan koordinasi yang intens dengan semua tim kerja UPSUS dalam hal: melakukan percepatan waktu tanam,peluang areal tanam dan lahankering, terutama lahan-lahan di bawah pohon kelapa serta berkoordinasi dengan BPS.(*art)

Ikuti juga di: http://sulut.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=649:koordinasi-dan-pertajam-strategi-capai-target-upsus-pjk-di-sulut&catid=4:info-aktual&Itemid=5 

Penandatanganan MoU Sasaran Tanam Padi Jagung Kedele di Sulawesi Utara.

Pejabat Gubernur Sulut Sonny Sumarsono,saat menandatangani MoU Bupati dan Walikota se Sulut terkait Target Upsus PJK di Sulut

Selasa, 12 Januari 2016 21:47

Sulawesi Utara komitmen melaksanakan bukan untuk mendiskusikan UPSUS PJK. Ini nampak dari para Bupati dan Walikota, yang hadir dan menandatangani MoU, walau belum tahu isinya, namun komitmen dengan tekad bersama dalam penandatanganan MoU para Bupati dan Wali Kota saya berikan apresiasi, kata Sonny Sumarsono, Gubernur Sulawesi Utara.

Konsep yang telah ditegaskan oleh Koordinator UPSUS Sulawesi Utara, Deddy Nursyamsi, kita harus laksanakan untuk mencapai target yang telah di tetapkan dari pusat. Dimana, untuk Sulawesi Utara di Tahun 2016, telah ditetapkan pusat 148,678 ribu ha. Dan seperti telah dilaporkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, ini telah di turunkan pada skenario per kabupaten kota dan sampai tingkat desa.

Gubernur berharap agar apa yang telah ditandatangani oleh Bupati dan Walikota, supaya ditindak lanjuti di tingkat daeranh masing-masing, sesuai dengan yang telah ditetapkan. Saya apresiasi TNI-AD, yang telah bekerjasama dengan baik dalam mendampingi kegiatan UPSUS PJK di Sulawesi Utara.

Demikian dengan koordinator UPSUS Pusat untuk Sulawesi Utara, Dr.Ir.Dedy Nursyamsi,MSc, memberikan apresiasi pada tri partner (Dinas-Bakorluh dan TNI-AD) dalam melakukan pendampingan dan pengawalan kegiatan UPSUS PJK di tahun 2015, yang membawah keberhasilan sesuai yang ditargetkan. Kedepan juga kita yakin, dengan dukungan Bupati dan Walikota serta Tri Partner yang dibawah binaan bapak Gubernur Sulawesi Utara, akan mencapai hasil yang telah ditargetkan.

Kegiatan penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Graha Bumi Beringin kompleks perumahan Gubernur, dihadiri oleh Bupati dan Walikota Se Sulawesi Utara, Para Dandim, Kepala-Kepala Dinas Pertanian, Bakorluh, BP4K, Penyuluh, dan LO di BPTP.(*art)

GP-PTT Jagung di Kalasey-Minahasa

Kelompok tani Cita Waya desa Kalasey II, melaksanakan penanaman Jagung pada lahan luas 5 Ha. di bawah lahan kelapa yang selama ini belum diberdayakan masyarakat, karena hanya menunggu panen kelapa.

Menurut Penyuluh desa Kalasey II Youla Ering,SP. Kelompok Cita Waya mengelolah lahan 17 ha untuk GP-PTT Jagung, dan yang ditanami tadi (8/5/’15) luas 5 ha dari 17 ha.

Sementara menurut Jouke Bororing,SP. bahwa kegiatan ini diformulasi pertemuan kelompok yang langsung di lokasi, sehingga petani ketika menerima petunjuk, langsung di lahan dan mencobanya.

Pertemuan dan aplikasi penanaman Jagung GP-PTT PJK, diisi dengan materi penanaman dan pemupukan tanaman Jagung yang di sampaikan oleh TIM kerja UPSUS BPTP Sulawesi Utara,

Kegiatan ini dihadiri oleh Penyuluh Bakorluh, BPTP Sulawesi Utara, BP3K Tateli, Bintara Pembina Desa. (art)

Sumber: Jouce Patilima.

Lahan Sawah yang telah 10 Tahun terbengkalai, alias tidur tidak produktif, di sulap Kodim Minahasa menjadi lahan pertanian seperti terlihat dalam gambar.
Tantangan berat, tapi semangat anggota TNI, menjadi semangat petani sekitar, semoga saja demikian.

Panen Padi Ladang di Minahasa Selatan

Suasana panen padi ladang: Kapolres Minsel, Dandim 1302 Minahasa, Kadis Pertanian Minasel, BPTP Sulut,BP4K Minsel dan Camat.(foto:artur)

Perkebunan Pakin Desa Sapa Barat kabupaten Minahasa Selatan,(15/04/2015), Panen perdana padi ladang oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, Kodim Minahasa dan Kelompok tani.

Menurut kepala Dinas Pertanian Minahasa Selatan Ir. Decky Kentjen,MSi., bahwa Minahasa Selatan potensi padi ladang sekitar 2000 ha, dan padi sawah sekitar 6000 ha. Di lokasi yang akan di panen saat ini sekitar 5 ha.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan-bantuan untuk petani, pencanangan penanaman jagung setelah padi ladang.

Pada hamparan lahan sekitar 5 ha dari luas 60 ha, pemerintah Minahasa Selatan TNI dan kelompok tani melaksanakan panen perdana padi ladang. Hasil perhitungan petugas, setelah dilaksanakan ubinan, produksi 4-5,5 ton per ha.

Dandim Minahasa Letkol Kav. Teguh Hari Susanto, menjelaskan bahwa TNI dalam melakukan pendampingan bekerjasama dengan petugas pertanian dan terutama dengan petani. TNI memotivasi petani untuk kembali bertani, karena petani semakin hari semakin berkurang mau jadi petani.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim Minahasa, KTNA, BPTP Sulawesi Utara, BP4K Minahasa Selatan, kelompok-kelompok tani, toko Agama dan kepala-kepala desa di kecamatan Tenga.(*art)

Sumber: Richard, Louise,Rita dan Arnold.

 

 

TNI-AD Bangunkan Petani Tidur

Minahasa,2/4/15.

Aksi nyata TNI-AD di Kodim Minahasa, meliputi: wilayah kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara dan Kota Tomohon, kemarin mencanangkan gerakan menanam padi, melalui satu kegiatan bersama Demplot di lokasi Tondano Barat.

Menurut Komandan Kodim (Dandim) Letkol Kav. Teguh Hari Susanto, bahwa upaya ini, adalah unutk memotivasi petani kembali kesawah. Jangan tertidur terus, sementara negara butuh petani untuk kembali kesawah. Tugas TNI-AD hanya memotivasi petani, bukan menggantikan peran petani di sawah. TNI harus latihan untuk ketahanan negara.

Lahan sawah yang telah 10 tahun tidak dimanfaatkan, bahkan sudah mengarah pada alih fungsi lahan, di sulap TNI menjadi lahan sawah aktif. Dari kesaksian masyarakat sekitar lahan luas sekitar 5 ha yang sudah menjadi lahan tidur, berubah menjadi lahan sawah siap tanam. Bahkan Bupati Minahasa sendiri tidak menyangka bila lahan itu akan siap ditanami.

Pada Kamis 2 April 2015, Bupati Minahasa Drs Jantje Sajow bersama Kasrem Kol.Pudji dan Mewakili Gubernur Sulut Ir.J.Senduk, melaksanakan penanaman perdana di lokasi tersebut. Menurut pendamping dari BPTP Sulut, dilokasi dengan kondisi lumpur dalam sekitar 100 cm dalamnya, diupayakan dengan membuat bedengan-bedengan lebar 100 cm dan menanam padi diatasnya. Varietas padi yang ditanam yaitu Inpari-20 dan Varietas Cigeulis.

Dalam sambutan, Bupati Minahasa terharu dan kagum dengan kegiatan ini, sebagai wujud dari "kerje-kerja dan Kerja" yang telah dimotori oleh TNI-AD di Minahasa. Harapan Bupati, agar motivasi TNI-AD melalui Kodim Minahasa, dicontohi oleh masyarakat sekitar dan lanjutkan berusahatani. Masyarakat tani jangan lagi tidur. Menurut Bupati memang di kawasan dimana lokasi yang dijadikan Percontohan TNI, memang menjadi pemikiran pemerintah Minahasa untuk di kelolah menjadi sawah aktif.

Lebih lanjut di jelaskan bahwa lokasi ini adalah karunia Tuhan, karena areal persawahan Tondano yang ditengah-tengah kota, harus dikelolah masyarakat petani untuk memberikan pendapatan bagi petani dan aset untuk Agri Wisata Pertanian. Apalagi dengan sentuhan teknologi sistim tanam Jajar legowo, pengelolaan tanaman dengan baik, pasti akan menarik bagi orang untuk melihatnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kadis Pertanian Minahasa Tenggara Elly Sangian, Minahasa Selatan Decky Keitjem, Kadis Pertanian Kota Tomohon Ervins Louw, dan tuan rumah Minahasa, Ka BP4K Minahasa Suhban F. Torar, Jantje Ering Tomohon Para penyuluh Minahasa, Tim Upsus di BPTP Sulut petani, Para Baninsa dan Koramil dan masyarakat sekitar lokasi (*art).

Sumber: Arnold,Louise,Richard,Leonie,Rita dan Jemmi

Pencanangan Penanaman Padi Di Minahasa

Pasiter Akhmad ketika menjelaskan luasan yang akan diolah pada Kabit TP Minahasa

Kamis,1 April 2015---Dandim Minahasa, menginisiasi Demplot Penanaman Padi pada Lahan yang sudah tidur selama 10 tahun di sekitar Danau Tondano. Harapan dari kegiatan ini, adalah untuk memotivasi petani dalam kegiatan usahatani padi sawah.

Menurut Pasiter Ahmad, bahwa TNI memotivasi petani juga penyuluh unutk kegiatan usahatani, selanjutnya lahan yang telah di buka TNI, kembali diserahkan pada petani sendiri untuk dilanjutkan usahataninya, jangan tidur lagi.

Dengan menerapkan tekologi sistim tanam diatas bedengan (Sorjan), karena lumpur dalam, lahan yang telah tidur sekitar 10 tahun, di sulap menjadi areal persawahan.Dengan sistem ini diharapkan menjadi solusi pada lahan lumpur dalam ini. (*art).

PKT Inisiasi Percontohan : Berpadu Motivasi Petani dengan Percontohan Bagunkan Lahan Tidur

Teep Amurang (6/3/'15).---Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai di Sulawesi Utara, dengan target yang telah ditetapkan 724.234 T 2015, akan terealisasi, bila semua sumberdaya digerakkan.

Digerakkannya semua SDM dan SDA, didalamnya lahan-lahan yang potensi, namun rendah pengelolaannya, bukan tidak mungkin Sulut dapat melampauwi target yang ditetapkan.

Desa Teep, tepatnya di kelompok tani Maesa Aser, yang diketuai oleh bapak Marthen Rarung, anggotanya selain bergerak di tanaman pangan Jagung juga Padi Sawah. 

Lahan sawah yang masuk wilayah kelompok, luasnya ada 50 ha. Tahun sebelumnya, dikelolah kelompok, karena sistem pengairan yang bagus. Sejak ada perusahaan yang mengeruk tanah, merusak saluran irigasi, dengan janji diperbaiki, sampai saat ini tidak diperbaiki, petani kesulitan mengolah tanah karena air tidak ada lagi.

Janji perusahaan untuk perbaiki jaringan, tinggal janji, petani kesulitan menanam, lahan semakin mengarah pada lahan tidur.

Namun demikian, beberapa anggota kelompok tani Maesa Aser, tetap bersemangat mengelolah lahan seluas 3-4 ha. Bekerjasama dengan PT.Pupuk Kalimantan Timur, BPTP Sulawesi Utara, serta petani membuat percontohan. 

Motivasi kelompok ini, untuk mengugah petani sekitar untuk kembali mengembangkan padi, dan berharap perhatian pemerintah daerah untuk perbaikan jaringan irigasi kami, imbuh Melky Sumual (hp.0812 9117 0184).

Percontohan Pengelolaan Terpadu mendukung Gema UPSUS Padi Jagung Kedelai, ini diharapkan menjadi titik ungkit petani di sekitar yang mulai meredup, karena air tidak dapat masuk lagi di sawah, ditambah lagi penyuluh kurang melancong, di lokasi ini.

Menurut Ir.Richard Reppi, Pendamping UPSUS PAJALE dari BPTP untuk Minahasa Selatan, perontohan yang telah diinisiasi sendiri petani kita dukung, dengan keterpaduan bersama TNI-AD (Babinsa), PPL di BP3K, Pengamat Hama di Lapangan, Petani, PKT, BPTP, menjadikan sarana ini untuk melakukan kordinasi dan mantapkan pendampingan di Lapangan.

Dalam kegiatan ini, BPTP datang dan bersama-sama petani memberikan contoh penerapan teknologi, terutama yang diintervensi di petani, terkait dengan sistem Jajar Legowo. 

Penerapan teknologi ini, pasti akan meningkatkan hasil, yang penting kita bersama komitmen menerapkan dengan tepat setiap step by stek tata cara budidayanya. Demikian dengan tanam Jajar Legowo. Kenyataan lapangan benar jarwo, tapi justru penerapan demikian, sangat merugikan petani, karena hilangnya populasi sebagian, yang seharusnya diterima petani.

Betapa tidak, jarwo yang dilihat kasat mata, tetapi setelah dilihat jarak 20cm x 20cm legowonya 40cm, dengan demikian petani kehilangan sejumlah populasi, bukan ketambahan seperti yang diharapkan. Itu yang terpenting didampingi dan dilakukan dalam penerapan Jajar Legowo, tegas Arnold Turang pendamping dari BPTP.

Kembali ke Reppi menjelaskan, bahwa BPTP komit memastikan penerapan teknologi sesuai dengan apa yang telah kami rekomendasikan, dan diharapkan petani sekitar dapat melihat dan mencontoh di lokasi ini. (*art).

Sumber: Aryanto, Richart Reppi dan Arnold C. Turang

BERITA

5. Mar, 2015

Kawal UPSUS Pajale: TNI Bangun Posko Kordinasi di Lapangan

Minahasa Utara,3/3---Komitmen bersama untuk sukseskan UPSUS Padi Jagungn Kedele, TNI-AD, mendirikan Posko di tingkat Babinsa. Posko ini akan menjadi fasilitas kordinasi bersama untuk melakukan pendampingan di tingkat desa. Dengan adanya Posko ini, menurut Babinsa, akan memudahkan melakukan kordinasi dan diskusi terkait dengan kendala mencapai tujuan kedaulatan pangan.

Tim BPTP, ketika melakukan pendampingan lapangan dalam rangka melihat langsung hasil real lapangan. Kondisi lapangan, petani sedang melakukan pekerjaan pembangunan jaringan irigasi. Di lokasi kondisi tanaman sudah pada fase umur 22 hari setelah tanam dengan teknologi Jarwo. Keragaan tanaman di lapangan bervariasi, dan penting untuk dimotivasi bersama. Mengingat dengan kondisi keragaman waktu menanam, dapat mempengaruhi target yang diharapkan.

Varietas padi yang ditanam petani Cigeulis, dan Membramo, karena cocok dan sering digunakan petani. Namun dari pengamatan tim kerja BPTP dan langsung disarankan ke petani, terkait dengan ketepatan melakukan pemupukan. Petani beralasan terlambat memupuk karena hanya mengikuti kebiasaan petani dan pupuk belum dibeli. Sudah disarankan untuk kedepan harus pupuk sudah tersedia di lapangan agar tidak terlambat memupuk karen pupuk belum ada.

Hasil penelusuran lapangan yang dilakukan BPTP, di Minahasa Utara, untuk pembangunan irigasi, sedang berlangsung seperti dalam gambar tim kerja melihat pembangunan irigasi dan hamparan tanaman padi dengan tanam Jajar Legowo 3:1. Walau petani menanam tidak serempak, namun karena motivasi petani sudah bergerak melakukan penanaman dan sudah pada fase umur 22 hari, penting selalu didampingi, agar ketika menanam periode berikut dapat dimotivasi untuk serempak menanam.

Ketika melanjutkan penelusuran lapangan, hari yang sama dan tempat berbeda (di Kema-I), tim kerja melihat pembangunan Jaringan Irigasi yang diharapkan dapat mengairi luasan 70 ha sawah, tim kerja menemui kelompok tani yang sudah sementara membangun jaringan irigasi. Menurut penuturan ketua kelompok di lokasi sekitar 60 ha, dengan terbangunya jaringan irigasi, akan bertambah 10 ha yang akan terairi, sehingga itu sudah membantu kami petani, ujar ketua kelompok ketika ditemui di lapangan.

Di lokasi Kema I, hamparan seluar 70 ha, dengan keragaman kondisi pertanaman. Ada yang sedang melakukan panen, adan yang sedang menanam, mengolah tanah dan ada yang masih dalam kondisi belum ada aktivitas. Memang, kondisi ini menurut penuturan ketua kelompok, karena teman-teman mengejar ketersediaan air, sehingga ada yang langsung menyiapkan lahan untu langsung menanam, adan yang belum. Di tempat ini padi yang dikembangkan petani varietas lokal.(*art)

Sumber: Rita Novarianto dan Jemmy Wenas.

24. Feb, 2015

Pendampingan Menanam di Langowan Barat

Langowan Barat---Bertempat di lokasi kelompok tani Kalooran'ta Amongena pada lahan seluas 1 Ha, ditanami padi Superwin. Dengan menerapkan teknologi spesifik lokasi yang direkomndasikan oleh BPTP Sulawesi Utara.

Lokasi ini menjadi tempat untuk mendemostrasikan teknologi spesifik lokasi budidaya padi sawah. Kordinasi bersama Pihak Pupuk Kalimantan Timur dengan sarana pupuk, BPTP Teknologi Spesifik lokasi, BPTPH untuk pengendalian hama terpadu, PPL untuk melakukan pendampingan dan TNI untuk menyemangati petani dalam kegiatan akan disatukan di lokasi ini. Lokasi ini diharapkan akan menjadi sarana untuk para petani sekitar melihat dan menerapkan apa yang telah di laksanakan dilokasi ini.

Teknologi yang diterapkan dalam budidaya meliputi: Penggunaan Varietas Unggul Bermutu, menanam tepat waktu, pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara tanah dengan prinsip tepat : Jumlah, Jenis, Cara dan waktu. Pengairan sesuai kebutuhan tanaman, pengendalian OPT dan Penanganan Pasca Panen.

Menurut Aneke Turangan, kepala BP3K Langowan Timur,untuk Langowan Timur Luas Tanam 662 dan telah tertanami sudah 400 ha. Cara tanam beragam, dari Legowo 2:1, 3:1 dan 4:1.

Pendampingan dilakukan terpadu dari pihak TNI, BPTP Sulawesi Utara, BPTPH, BP3K membaur bersama di lokasi.(*art)

Sumber: Arnold, Louise,Richard dan Leonie.

23. Feb, 2015

Petani Tomohon Barat Mengejar Wer.

Tombar,23 Pebruari 2015---
Kota Tomohon dengan luas areal persawahan 769 ha. Dan tersebar di kecamatan Tomohon Utara 186 ha, Tomohon Tengah 52 ha, Tomohon 184 ha dan Tomohon Barat 522 ha. Bergegas mengejar wer (bhs.Tombulu-bhs.Ing-Weater).

Dari hasil penelusuran tim kerja BPTP Sulawesi Utara wilayah Kota Tomohon, Minahasa, Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, pendukung UPSUS Sulawesi Utara, di Kota Tomohon petani sejak Januari telah melakukan penanaman padi.

Menurut sekretaris poktan "Sokomeras" Theodorus Pontoan, ketika ditemui tim kerja bahwa, kegiatan seperti ini telah dilakukan petani, untuk memanfaatkan waktu tanam dan ketersediaan air di lapangan. Memang petani di lokasi Tomohon Barat dan sebagian petani di Tomohon Utara, menerapkan cara ini sudah sejak lama. Dengan demikian dalam 2 Tahun, petani dapat memanen 5 kali, tambah Max Runtu, Ka BP3K Tombar.

Masih menurut Max, pada periode Januari dan Akhir Pebruari, untuk Tomohon Barat, yang telah melakukan penanaman dengan sistem Jarwo, (menggunakan Varietas Cigeulis dan Mekongga dan ada varietas padi emas yang cukup beradaptasi di lokasi ini), telah 60 ha.

Jadi walau kegiatan perbantuan belum dicairkan, petani telah pro aktif melakukan penanaman. Motivasi ini, yang harus kita dorong pada petani. Bersama-sama kita bangkitkan lagi budaya kita "MAPALUS" untuk sukseskan UPSUS PAJALE imbuh Matindas ketika dilapangan. (*Artur ).

Sumber: Louise Matindas, Arnold Turang dan Richard Reppi

16. Feb, 2015

Komitmen Swasembada: Cegah Alih Fungsi Lahan IMB Perketat

Upaya swasembada pangan menjadi prioritas Pemerintah Kota Tomohon (Pemkot) Tomohon. Sebab itu, pemanfaatan lahan akan dioptimalkan.

Walikota Tomohon, Jimmy F. Eman,SE.Ak. mengatakana, "setiap lahan pertanian, harus dimanfaatkan dan tidak ada yang alih fungsi". Rencana peraturan daerah (Perda) alih fungsi lahan, akan dibuat. Dan untuk sementara yang bisa dilakukan, mencegah alih fungsi lahan, dengan memperketat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), jelas Eman.

Sementara kepala Dinas Pertanian Peternakan kota Tomohon, Ir. Ervinz Liuw,MSi. mengatakan: masih ada sekitar 500 ha lahan tidur, yang akan dimanfaatkan tahun ini. Petani dapat memanfaatkan lahan tidur. Apalagi banyak pemilik lahan yang tidak berada di kota Tomohon. Daripada tidak produktif, lebih baik dikelola untuk mendorong pertumbuhan perekonomian, jelas Liuw.

Sementara itu, kordinator TIM UPSUS Pusat untuk Sulawesi Utara, Dr.Ir. Rudy Cahyohutomo, mengapresiasi petani sawah di kota Tomohon, sejak di perkenalkan sistim tanam Jajar Legowo (Jarwo) petani terus menerapkannya. Nampak dari kegiatan usahatani yang di tinjau lagsung, dengan efek jarwonya.(*art)

Sumber: MP.Senin, 16 Peb 2015.

Visi Presiden Jokowi menjadikan Indonesia sebagai negara Swasembada, di tindak lanjuti di Sulawesi Utara. Hal ini terlihat dengan hadirnya kordinator sub tim Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung, kedelai di Sulawesi Utara Ir. Rudy Tjahyohutomo,MT. Bersama timnya hadir di Minahasa Utara dalam rangka pelaksanaan pencanangan gerakan perbaikan irigasi di Sulawesi Utara.

Tindak lanjut dari kegiatan tim UPSUS Sulawesi Utara, dinyatakan Pemerintah provinsi Sulawsi Utara, dengan menunjukkan komitmenya membawa Sulut menuju kedaulatan pangan tahun 2015. Komitmen tersebut seperti di jelaskan Gubernur dalam sambutan pencanangan di desa Lembean Kecamatan Kauditan Minahasa Utara: menargetkan produksi padi hingga 725 ribu ton, Jagung 653 ribu ton pipil kering serta kedelai 24 ribu ton biji kering.

Keyakinan ini didukung oleh pihak TNI-AD, dalam menjalankan fungsi motivator dilapangan dalam menggerakkan masyarakat. Bahkan bila perlu membangunkan petani dari tidur dan menjemputnya untuk turun kesawah, imbuh gubernur yang diwakili oleh Dr.Jauhari Kansil,MPd.

Saat ini, Indonesia masih import beras, gula, hingga jagung. Karenanya, pak Presiden Jokowi, menghimbau agar seluruh rakyat Indonesia, khusus petani dapat memproduksi pangan dan memanfaatkan lahan tidur untuk dijadikan lahan pertanian. Sehingga dalam dua hingga tiga tahun kedepan, Indonesia sudah bisa swasembada, kata ketua Tim Upsus di Sulawesi Utara Rudy Tjahjohutomo, MT. Ini harus kita wujudkan dengan kita kerjasama dengan TNI, dan dukungan masyarakat Sulawesi Utara.

Pembangunan irigasi sepanjang 2.600 meter di area perkebunan Tumaratas desa Lembean, diharapkan dapat mengairi 100 ha lahan aktif dan 100 ha lagi yang saat ini sedang dibuka oleh TNI-AD, kemudian setelah dapat diolah akan diserahkan pada masyarakata tani untuk dilanjutkan pengolahan.

Kegiatan dihadiri oleh sekitar 250 orang petani dan instansi terkait seperti: Pihak Perbankan dari BI, KTNA, Toko Agama, Bupati Minahasa Utara, Sekda, BP4K, Dinas Pertanian Peternakan Minahasa Utara, TIM dari BPTP Sulawesi Utara, BPTPH, Balai Benih dan masyarakat sekitar.

Menurut kepala BPTP Sulawesi Utara, Dr. Ir. Abdul Wahid,MS. bahwa sebelumnya Senin (19/01) tim kerja UPSUS Sulawesi Utara, juga hadir pada pencanangan gerakan perbaikan irigasi di Bolmong yang dihadiri oleh Bupati Bolmong Salihi Mokodongan.(*Artur )

Kamis,23 januari 2015, tepatnya jam 11.00, Jemmy F.Eman, SE.Ak. meletakan batu pertama pada kegiatan pembangunan jaringan irigasi tersier di kawasan kebun katumpaan Tomohon Barat kota Tomohon.

Kegiatan tersebut diawali dengan ibadah yang dipimpin tokoh Agama.

Jaringan irigasi yang diperkirakan akan mengairi 100 ha lahan sawah dan 50 ha lahan tidur di kawasan katumpaan. Menurut kadis pertanian, bahwa produktivitas yang paling bagus di kota Tomohon, tepatnya di lokasi yang saat ini dibangun jaringan irigasi.

Menurut Ervins, dengan dibangunya jaringan irigasi ini, akan lebih meningkatkan pendapatan petani sekitar, terutama menaikan IP di Tomohon Barat.

Kegiatan ini, dilaksanakan bersama TNI Angkatan Darat, sebagai motivator utama untuk menggerakkan petani yang sedang "tidur".