Penyuluh Pertanian Harus Menguasai Teknologi Unggulan Hadapi Revolusi Empat

Manado, 07 April 2019---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sebagai ujung tombak penghasil inovasi pertanian Kementerian Pertanian, terus berbenah dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian. Balitbangtan memiliki peneliti dan penyuluh, sebagai penghasil inovasi dan penderas inovasi.

Sesuai tugas dan fungsi (Tusi) nya, peneliti melakukan penelitian dan penyuluh melakukan hilirderas hasil-hasil para peneliti. Persandingan harmonis bagaikan dua pasang sayap burung, ujung tombak inovasi Kementerian Pertanian. Mereka diharapkan akan memantapkan smart agrikulture di era revolusi empat ini.

“Sayap” (Penyuluh) dalam hal ini pediseminasi inovasi teknologi hasil Balitbangtan, beberapa waktu lalu (4-6/04) berkumpul di Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP), untuk mengikuti workshop Koordinasi dan Diseminasi Inovasi Teknologi Hasil Balitbangtan.

Penyuluh Pertanian di Balitbangtan, berperan penting dalam rangka perakitan materi hasil “Sayap" (Peneliti) untuk diramu materi diseminasi hasil penelitian dan pengkajian spesifik lokasi, untuk diderashiliran ke user pengguna teknologi di masyarakat.

Dr.Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc. selaku sekretaris Balitbangtan dalam arahan: “Penyuluh Harus Menguasai Inovasi Teknologi Unggulan Balitbangtan”, untuk dihilirderaskan ke petani. Karena kunci utama peningkatan produksi dan produktivitas pertanian adalah teknologi. Sehingga penyuluh harus kuasai. Dan diramu sistim penderasan menghadapi petani-petani milenial.

Lanjut Prama, Saat ini kita sudah berada pada kereta Revolusi Industri Keempat. Yang menuntut SDM Pertanian yang didalam gerbong revolusi industri ke empat, termasuk penyuluh meramu inovasi model Smart education yang mudah diakses dan diimplementasikan generasi milenial.  

Di tempat yang sama, kepala BBP2TP, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA. Dalam sambutan: meminta kepada para penderas inovasi, yang ada di BPTP, agar mengedepankan 3 (Tiga) kata kunci yaitu: Melakukan Komunikasi, Melakukan Koordinasi dan Diseminasi. Ini harus diterjemahkan sebagai sinergitas pelaksanaan program pembangunan pertanian.

Masih menurut kepala BBP2TP, bahwa sebagai ujung tombak penderas inovasi teknologi, peran penting dari penyuluh sebagai penghubung inovasi teknologi antara Balitbangtan, Balai Besar Puslit dengan pengguna, harus mengedepankan 3 kata kunci diatas. Kebeerhasilan Balitbangtan terukur dari termanfaatkanya teknologi inovasi yang dihilirderaskan ke pengguna.

BBP2TP memiliki Forum Komunikasi Penyuluh Pertanian Utama (FKPPU), forum ini harus mengambil peran dalam gerbong refolusi ke empat, dengan menciptakan Smart education yang handal, berkembampuan, entrepreneurial spirit, Creative, Innovative, Communicative, Professional, dan semangat milenial, tutup Haris.

Pertemuan yang berlangsung selama 3 (Tiga) hari mengemas materi-materi yang dibawakan para pakar di bidangnya seperti: Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kemtan Drs. Abdul Halim,MSi.; Biro Perencanaan Kemtan, Dr.Ranny Mutiara; Pusat Sosial Ekonomi-KP Dr. Syahyuti, Casdimin dari Karya Masyarakat Mandiri Dompet Dhuafa; dan Pusat penyuluhan Pertanian Kemtan, Ir. Sri Puji Rahayu,MM.

Kegiatan yang diawali dengan Self Assesment Pelaksanaan kegiatan T.A.2018, yang telah dikirimkan panitian. Ini dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan penyuluhan pertanian di 33 BPTP Selindo. Dan sebagai bahan evaluasi perbaikan dan strategi menghadapi revolusi ke empat.

Dalam pertemuan ini,menghasilkan rumusan strategi pelaksanaan kegiatan peningkatan komunikasi, koordinasi dan diseminasi inovasi teknologi hasil-hasil Balitbangtan. Harapanya peserta yang hadir, dapat menderashiirkan hasil workshop. Dan diharapkan akan meningkatkan kapasitas para penyuluh pertanian dalam melaksanakan tranformasi dan hilir deras inovasi Balitbangtan.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP., saat dihubungi, membenarkan akan kegiatan yang dilaksanakan. Dan beliau menugaskan koordinator PP, mengikuti kegiatan ini. Untuk itu, Yusuf meminta petugas yang ditugaskan agar segera melaporkan hasilnya dan melakukan sosialisasi. "Tindak lanjuti apa yang diarahkan oleh pimpinan", mengingat pentingnya kegiatan ini diketahui oleh penyuluh yang tidak ikut. (*artur)

Sumber:  dikembangkan dari FB.BBP2TP

ISO Bantu Organisasi Mencapai Kesuksesan Berkelanjutan Kinerja Dengan Penerapan Sebuah Sistem Manajemen Mutu

Ilustrasi gambar. Suasana Rapat Pembahasan ISO 9001-2015. (Foto By Artur)

Kalasey, 06 Pebruari 2019--- Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. menegaskan pentingnya membangun komunikasi internal dalam mendukung sukses kinerja setiap pegawai sesuai dengan SKP masing-masing. Agar kualitas pekerjaan yang kita hasilkan sesuai dengan tugas dan fungsi (Tusi) kita, yang berorietasi pada layanan publik yang kita layani.

Kebijakan International Accreditation Forum (ACF) dan Komite Akreditasi Nasional (KAN) menetapkan masa transisi selama 3 tahun bagi pengguna standard ISO 9001 untuk melakukan penyesuaian kepada standard yang baru.

Lanjut Yusuf, ISO 9001:2015 lebih ditekankan kepada analisis resiko. Untuk itu pada tim ISO internal BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, harus fokus tindak lanjuti LKS hasil Surveilance ISO 9001:2015. Karena hal itu wajib di seluruh UK/UPT Badan Litbang Pertanian pada Tahun 2018. “kita telah melakukan Surveilance, dan ada LKS yang harus dilengkapi”. Ini saya minta agar segera di tuntaskan oleh tim kerja ISO internal.

Lanjut Yusuf, begitu penting adanya ISO, itu sangat membantu organisasi untuk mencapai kesuksesan yang berkelanjutan, melalui penerapan sebuah sistem manajemen mutu yang mampu menghadapi tantangan globalisasi, perdagangan bebas dan perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Selain itu juga dapat memberikan keyakinan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan organisasi kita, terhadap kemampuan organisasi dalam memenuhi harapan dan keinginan user.

Penegasan tersebut diangkat Yusuf, saat memberikan sambutan dalam pertemuan pembahasan tindak lanjut Lembar Ketidak Sesuaian (LKS) Hasil Surveilance untuk resertifikasi dari tim ISO 9001-2015 untuk Manajemen Mutu. Harapan kedepan dengan adanya penerapan ISO 9001:2015 ini akan ada perbaikan atau penertiban dokumen serta arsip-arsip guna tertibnya administrasi kita, imbuh Yusuf .

Selanjutnya, demi memanfaatakn waktu yang ada, Yusuf mengingatkan agar tim kerja dalam penyelesaian hasil LKS hasil survei ISO 9001-2015, agar segera diselesaikan. Tiga item minor yang harus dilengkapi agar itu jangan menghambat dalam pelaksanaan kerja kita. Waktu yang diberikan kita manfaatkan dengan baik, agar hasil dari pertemuan ini memberikan output jelas dan mengurangi pekerjaan kita yang sudah menanti untuk diselesaikan.

Pertemuan yang dihadiri oleh tim ISO BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara meliputi ketua-ketua Kelji, Kasie KSPP, Program, Top Managemen, Wakil Managemen, Humas dan Kepala KP-Pandu, berhasil merumuskan pokok-pokok yang harus diperbaiki dari temuan pada surveilance untuk resertifikasi dari tim ISO 9001-2015. (*Artur).

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Koordinasikan Kegiatan 2019 dengan Melibatkan Stkakeholder

Ilustrasi gambar. Kadis Pertanian Ir.Novly Wowiling,MSi. Dr.Charles Kaunang,MSi, Ketua Lemlit Unsrat dan Dr.Ir.Yusuf,MP. dalam kegiatan seminar proposal 2019. (Foto: Humas BPTP Sulut)

Kalasey, 30 Januari 2019---Mantapkan kegiatan Litkaji (Penelitian dan Pengkajian) tahun 2019, BPTP Balitbangtan, libatkan stakeholder di Sulawesi Utara untu Koordinasikan kegiatan tersebut. Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara  Dr.Ir.Yusuf,MP. dalam sambutan menjelaskan bahwa: sesuai dengan Tugas dan Fungsi (Tusi) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, bertugas untuk melaksanakan perakitan, pengembangan dan mendiseminasikan teknologi Spesifik Lokasi (Spelok) pertanian (in-House), itu tidak lagi dilakukan secara parsial BPTP, tapi harus dilakukan bersama dengan stakeholders.

Lanjut Yusuf, bahwa tupoksi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, selain melakukan tugas perakitan, pengembangan dan diseminasi, juga melaksanakan tugas mandatory Kementan dan program Strategis Kemtan yang relatif banyak, dan harus di tuntaskan.

Seminar proposal bukan semata siklus kegiatan rutinitas awal dalam suatu proses kegiatan, tetapi untuk mensosialisasikan dan menyelaraskan kegiatan dengan kebijakan daerah, agar lebih akomodatif dengan kondisi dan permasalahan daerah. Juga sebagai koreksi dalam mempertajam tujuan kegiatan litkaji serta menghasilkan proposal dan format pengkajian ilmiah yang baik.

Di tempat yang sama, Ir.Novly Wowiling.MSi. kepala Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, menyambut baik kegiatan ini. Karena seminar proposal semacam ini, merupakan forum yang sangat strategis, dalam mencapai peningkatan produksi. Dimana pengkajian memberikan kontribusi yang besar terhadap inovasi teknologi, termasuk sumbangsinya terhadap sisi pendidikan dan penelitian di daerah.

Lanjut Wowiling, dimana Sulawesi Utara, untuk komoditas tanaman pangan, Sulawesi Utara mendapatkan program kacang Tanah 500 ha. dan untuk komoditas hortikultura. ini butuh inovasi teknologi untuk pengembangannya. Sementara untuk komoditas yang memicu inlasi yang tinggi, pemerintah daerah sangat konsern, seperti Bawang-Rica dan Tomat (Barito). Demikian dengan kegiatan peternakan. Harap Wowiling, apa yang sudah dikaji BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dapat menjawab permasalahan dan program daerah.

Masih dalam kesempatan yang sama, Wowiling berharap agar permasalahan pupuk dimana tidak semua kebutuhan dapat terjangkau, namun sangat ironi, stok pupuk bersubsidi di ahir tahun masih ada dan tidak habis terdistribusi. Untuk itu beliau berharap, bersama BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara kita menggerakkan petani agar komitmen dengan jadwal menanam, sehingga penggunaan pupuk mudah di kontrol.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk yang terus didegungkan dan begitu mengganggu pembangunan pertanian, beliau berharap BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara untuk melakukan kajian spesifik lokasi penggunaan pupuk organik. Itu dapat kita pikirkan untuk melakukan kajian bersama BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dan Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, sebagai awal yang baik dalam kita mencapai keinerja bersama lebih baik di tahun 2019, imbuh Wowiling, mengahiri sambutannya.

Kegiatan seminar setelah dibuka oleh kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir. Yusuf,MP. dilanjutkan pemaparan materi sesuai dengan jadwal panitia. Dan dibahas oleh Pakar dari Balitbangtan Ir.  Rachmat Hendayana. Pakar dari Lemlit Unsrat dan Pegabdian Masyarakat Prof. Dr.Ir.Charles Kaunang,MSi. Kadis Pertanian Minahasa Ir. Suhban F. Torar serta Balitpalma, BPSB Sulut serta para pengkaji di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. (*Artur).

Jadilah Penyuluh Pertanian Profesional Melayani Kebutuhan Inovasi Teknologi di Masyarakat

Ilustrasi gambar Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara saat memimpin rapat dengan Penyuluh Pertanian BPTP Sulut (*foto by Artur)

Kalasey,17 Januari 2019---Guna memantapkan strategi menderashilirkan inovasi teknologi pertanian hasil Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan), maka para penyuluh di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, melaksanakan pertemuan bersama kepala balai.

Acara diawali dengan laporan ketua paguyuban Ir.jemmy Wenas, dengan kekuatan Penyuluh Pertanian (PP) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Dimana, PP di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara terdiri dari: Penyuluh Pertama ada 5, Penyuluh Muda 7 dan Madya 7 serta Utama 1 orang.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf, MP. dalam sambutan dan arahan, mengawali dengan ajakan “bangun kebersamaan para penyuluh BPTP Balibangtan Sulawesi Utara menjadi penyuluh profesional, yang melayani dengan tulus, bagi pelaku utama dan pelaku antara di daerah, guna mensukseskan program #Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) #InovasiTiadaHenti.

Lanjut Yusuf, bahwa di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara telah diatur sesuai dengan Permentan no 19/2017 tentang organisasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). Di BPTP ada dua (dua) jabatan fungsional, dengan tugas dan fungsinya jelas. Dua jabatan fungsional ini seperti sepasang sayap merpati yang akan terbang baik ketika dua sayapnya di kepakkan, bagitulah ilustrasi kehadiran dua jabatan fungsional di BPTP Balitbangtan.

Untuk itu, inisiasi dari pengurus paguyuban Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, saya sambut baik, dan di pundak bapak ibu penyuluh hasilkan kinerja balai. Sesuai dengan tugas dan fungsi penyuluh di BPTP Balitbangtan saya harap laksanakanlah tugas kalian penyuluh seperti: melakukan pengembangan teknologi dan diseminasi hasil pengkajian serta perakitan materi penyuluhan, melakukan kegiatan fungsional lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam menjalankan tugas dan fungsi bapak ibu penyuluh, terus bangun jejaring kerjasama dengan pemerintah daerah, baik provinsi dan kabupaten kota. Sehingga hasil litkaji yang kita hasilkan akan lebih deras dimanfaatkan oleh masyarakat yang kita layani, tutup Yusuf.

Dalam pertemuan yang langsung dimoderatori oleh koordinator penyuluh (ketua paguyuban penyuluh) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Ir. Jemmy Wenas, dilanjutkan dengan diskusi terkait dengan strategi penyuluh menghadapi era digital, penyuluh menghadapi penyuluh yang akan purna bakti dan program dukungan ke pemerintah daerah.

Pertemuan perdana PP dan kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, diikuti oleh Ketua Program dan Evaluasi (PE) Dr.Ir. J.B.M. Rawung,MSi. dan seluruh penyuluh Pertanian BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. (*artur).

 

Humas Protokol Pemda Sulut Ajak BPTP Balitbangtan Sulut Bangun Kerja Sama mendukung Program ODSK

Ilustrasi gambar. DL Saat memimpin rapat koordinasi Humas dan Protokol (*Foto Doc.Humas pemprov)

Manado,11 Januari 2019---Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Utara Dantje Lantang,SP,MSi. mengajak BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk menjalin kerja sama dalam mendukung program Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara melalui program ODSK.

Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey,SE dan wakil Gubernur Steven Kandow,SE. serta Sekretaris daerah Edwin Silangen, telah berhasil mengimplementasikan Oprasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK), dan mendapat apresiasi pusat. Untuk itu, Dantje Lantang (DL), mengajak BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sebagai sumber inovasi teknologi pertanian di daerah, agar ikut berkontribusi pada program daerah ini, imbuhnya.

Masih menurut DL, dalam satu diskusi dengan Humas BPTP Balitbangtan Sulut,melanjutkan percakapannya,“Sulawesi Utara dengan keragaman kekayaan sumberdaya alam dan sumber daya Manusianya sangat potensi untuk digerakkan dengan inovasi teknologi. Karena bagi saya teknologi harus menjadi kebutuhan bukan lagi keinginan dalam mengelolah sumber daya kita di Sulawesi Utara”, apa lagi saya lihat Kementerian Pertanian telah memulai mekanisasi sistim kontrol melalui hand phon.

Dalam pertemuan tersebut, DL, menguarikan bahwa kehadiran kita sebagai agen-agen penderas informasi ke publik dalam mendukung program pimpinan sangat penting. Untuk itu DL mengajak agar membangun sinergitas dan berikan informasi yang benar kepada publik yang kita layani, tutup DL.

Ditempat lain Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir. Yusuf,MP. Saat dikonfirmasi terkait permintaan Pemda(11/01), menyambut baik keinginan ini. Menurut Yusuf, sesuai dengan visi dan misinya, BPTP Balitbangtan hadir di daerah dalam rangka menjadi solusi inovasi teknologi Spesifik lokasi di daerah. Sehingga pengembangan pertanian di daerah menggunakan inovasi teknologi yang telah dihasilkan dari adaptasi spesifik lokalita di daerah. Untuk itu, maksud baik ini merupakan titik ungkit untuk penderas hiliran inovasi Balitbangtan.

Masih menurut Yusuf, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara telah melaksanakan berbagai kegiatan kajian inovasi dan sudah dimanfaatkan masyarakat. Katakanlah seperti pengembangan teknologi peternakan sistim tower pakan ternak, sistim pemberian makan dari limbah pertanian yang dapat menaikan sampai 1 kg berat badan sapi dalam sehari, teknologi bawang, padi sawah padi ladang dan lainnya, yang telah ada dan adaptif di Sulawesi Utara.

Dan masih banyak lagi teknologi novasi yang telah diadaptasikan di Sulawesi Utara. Dan ini relatif masih kurang deras di lapangan. Untuk itu dengan persandingan program ini, pihak BPTP Balitbangtan sebagai sumber teknologi spesifik lokalita di daerah menyambut baik dan berharap agar instansi terkait di daerah dapat mengakses dan memanfaatkannya untuk sukseskan program ODSK di Sulawesi Utara.(*Artur).

 

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Laksanakan Penanda Tanganan Perjanjian Kinerja

Ilustrasi Gambar Dr.Ir.Yusuf,MP.Kepala Balai Victor D.Tutud,SPi.MSi. Kasie KSPP dan Ir. Hartin Kasim. Kasubag Tata Usaha dan Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi.Koordinator Program saat foto bersama. (*artur)

Kamis, 10 Jan 2018---Memasuki hari ke sepuluh (10) bekerja, hari ini bertempat di ruang Eugenia aromaticum (Cengkeh) BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dilakukan penanda tanganan Perjanjian Kinerja.

Menurut ketua program, Dr.Ir.J.B.M.Rawung,MSi, kegiatan penandatanganan Perjanjian Kinerja, akan didahului oleh masing-masing;  kepala Balai, Kasubang Tata Usaha dan Kasie KSPP. Dan bagi para penanggung jawab kegiatan Penelitian dan Pengkajian (Litkaji) penanda tanganan, sebelum pelaksanaan seminar proposal kegiatan 2019.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP., dalam sambutan menegaskan kepada semua pegawai, “dalam kita melaksanakan kegiatan, ada panduan/ payung. Untuk itu beliau mengingatkan agar bersama dalam bekerja bangun komunikasi agar ketika kita bangun komunikasi akan membantu kita dalam memayungki bekerja.

Lanjut Yusuf, Penanda tanganan perjanjian itu sendiri sebagai janji kita terhadap diri sendiri tentang komitmen melaksanakan tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang dan peran sesuai dengan perundang-undangan dan kesanggupan untuk tidak melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam melaksanakan pekerjaan.

Karena tantangan kita bekerja kedepan dengan keterbukaan informasi publik. Dimana publik dapat dan mudah meminta dan mengakses apa yang kita kerjakan. Tentunya ada prosedur-prosedur yang harus mereka ikuti, dalam meminta informasi. Tepi itu satu warning buat kita, bahwa kita bekerja kita diawasi publik dan juga mereka mengevaluasi. Untuk itu pentingnya kita berkomitmen dengan apa yang kita tanda tangani. Karena ketika kita lakukan itu dengan tulus, kita aman, imbuh Yusuf.

Selanjutnya pembacaan Pakta Integritas, dan penanda tanganan dokumen pakta yang dumulai dari kepala Balai Dr.Ir.Yusuf,MP., berturut turut Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Ir. Hartin Kasim dan Kepala Seksi kerjasama, dan disaksikan oleh ketua-ketua kelompok pengkaji (Kelji).

Masih ditempat yang sama, Yusuf,memanfaatkan waktu yang ada dengan melakukan diskusi terkait dengan langkah-langkah kedepan. Beliau mengawali dengan hasil pemantauan beliau melihat dari dekat aset-aset negara yang dipercayakan untuk di kelolah BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. beliau mengingatkan, dengan tidak dimanfaatkanya fasilitas negara tersebut akan merugikan negara dan berpotensi untuk digunakan orang lain.

Beliau secara partisipatif meminta kontribusi pendapat untuk memberdayakan aset tersebut seperti gedung, kolam dan fasilitas lainnya yang ada dan sudah tidak ditempati, agar dapat kembali di kelola agar berkontribusi dalam kinerja kita.

Yusuf mengapresiasi pendapat para pengkaji dan administrasi secara pro aktif memberikan masukan untuk pemberdayaan fasilitas gedung dan kolam serta fasilitas lain milik kantor yang relatif mulai tidak difungsikan. Sehingga ada kelji yang sudah menyatakan siap beraktifitas di gedung tersebut.

Kelompok Pengkaji Pengolahan Hasil dan Laboratorium Diseminasi, Minggu ini mulai aktif di lokasi tersebut.  Sehingga lahan sekitar 500 meter jarak dari kantor dan rumah dinas itu, dapat diberdayakan dengan kegiatan-kegiatan mendukung program Litkaji Balai, tutup beliau.

Kegiatan Penanda tanganan Pakta integritas yang diikuti oleh para Peneliti Penyuluh Administrasi dan Petugas kebersihan dilanjutkan dengan foto bersama sebagai bukti pelaksanaan kegiatan (*artur).

Jaman Now Kontak Informasi Tidak Dibatasi dengan Ruang dan Disiplin harus Tegas

Ilustrasi Gambar Acara serahterima aset dari petugas lama ke yang baru (*Foto Artur)

Kalasey, 07 Januari 2018---Bertempat di halaman kantor BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, kepala balai Dr.Ir.Yusuf,MP., memberikan pengarahan dan binaan kepada para peneliti, penyuluh, administrasi dan petugas kebersihan sampai Satuan Pengamanan (Satpam).

Dalam arahan pembinaannya, Yusuf, tegaskan terkait dengan disiplin kerja dan disiplin penatakelolaan aset milik negara. kita telah memasuki dan sedang mengoreskan karya di tahun 2019. Mari kita bersama mengikuti aturan dan prosedur kerja sebagai abdi negara. Beliau mengajak agar para peneliti, penyuluh, teknisi dan administrasi, agar memanfaatkan dengan baik teknologi now.

Teknologi now, menjadi sarana baik untuk memudahkan kita dalam berkomunikasi. Untuk itu saya minta agar bila ada fasilitas komunikasi kita sudah tidak baik, rusak atau apa saja yang mengganggu pekerjaan kita, segera lakukan perbaikan. Saya tidak ingin kinerja kita terganggu karena kita lalai memperhatikan sarana komunikasi kita.

Lanjut beliau, sambil mencontohkan pengalamannya, bahwa apapun suasananya ketika kita menerima kontak dari atasan, kita harus memberikan respon. Jangan kita lalai bahkan tidak menanggapi. Itu satu pertanda buruk dan segera diperbaiki,karena tidak baik dari pandangan etika.  “pengalaman saya, handphon tidak dapat pisah dengan saya, kalau istri bisa saja kita berjauhan, tapi handphon tidak dan tetap ditangan, atau dekat dengan saya”. Bahkan, untuk membantu saya, ring ton handphon dibuat berbeda, sehingga dapat membedakan esalon diatas atau kontak yang dapat ditunda sedikit.

Maaf, imbuh beliau, saya harus tegas, demi kita semua. Kita teman dan saudara, tapi terkait dengan disiplin, itu segalanya dan harus tegas. Sebab itu menyangkut integritas saya dan saudara dan kita semua di Balitbangtan Selindo (seluruh Indonesia).

Ini koreksi untuk kita semuan. Karena kita harus berbenah dan koreksi diri untuk perbaikan kedepan, ketika kita menjalani kerja di era revolusi 4.0, dimana bukan alasan lagi untuk tidak mengontak dan dikontak ketika diperlukan informasi dari pimpinan, imbuh beliau memberikan contoh. Karena memang demikian harapan kedepan bagi Aparatur Sipil negara (ASN). #KerjaKerasKerjaCerdasKerjaTuntas

Hal lain ditempat yang sama, Yusuf, yang adalah penulis buku managemen agribisnis sapi, menguarikan. Bahwa banyak hal yang harus kita benahi bersama kedepan. Itu akan jadi ketika kita bekerja sama. Karena saya tidak dapat kerja sendiri. Dari pengamatan beliau saat touring (tur) keliling di kebun milik kantor, beliau melihat hal-hal yang harus diselesaikan. Bahkan beliau memerintahkan untuk melakukan rapat internal guna penyelesaian persoalan pemanfaatan kebun Kalasey.

Lanjut beliau, kita cari solusi dan diskusi untuk selesaikan itu, agar tidak mengganggu kerja kita. Bila tidak lagi dapat diselesaikan, maka kita atur sesuai dengan prosedur barang milik negara (BMN), kata beliau.

Yusuf mengajak semua yang terlibat dalam penelitian dan pengkajian (Litkaji) dan petugas yang dipercayakan kantor dan memegang aset milik negara, untuk selesaikan aset sesuai dengan prosedur yang diatur dalam pengelolaan aset BMN. Demikian juga dengan penggunaan rumah-rumah dinas, agar kita tata sesuai dengan penggunaannya. Bagi pejabat yang telah pensiun sesuai dengan aturan penggunaan rumah dinas kita segera proses sesuai aturan,agar kinerja kita tidak terganggu lagi dengan lalainya kita menata, tutup beliau dan diahiri dengan penyerahan aset oleh petugas yang lama ke petugas baru. (*artur)

Awali Tahun 2019 dengan Kerja Keras Kerja Cerdas dan Tuntas

Ilustrasi Gambar Dr.Ir.Yusuf,MP. saat memberikan arahan pada Apel Kerja awal Tahun (*foto:artur)

Kalasey, 06Januari 2019---Apel Kerja (01/03) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara,diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Dr.Ir.Yusuf,MP. saat sambutan mengutip cuitan Menteri Pertanian (Mentan) Dr.Ir.Amran Soleman melalui media sosial; “Masa lalu adalah sejarah, hari ini adalah goresan hari esok adalah harapan" Selamat datang tahun 2019, Selamat Tahun Baru harapan baru kita semua.

Lanjut Yusuf, menyimak apa yang telah kita catatkan ditahun yang lalu, dimana kita menorehkan capain target 93,33 persen. Itu satu prestasi kerja sama yang baik, yang telah kita tunjukkan. Untuk itu, mari kita tatap kedepan di tahun ini dengan bangun komitmen “Bekerja Keras, Bekerja Cerdas dan Tuntas”, serta berintegritas membangun Ibu Pertiwi.

Tantangan kita kedepan tidak mudah, karena kita sudah diperhadapkan dengan; the fourth industrial revolution  atau lebih dikenal dengan revolusi 4.0 Kita harus satukan presepsi dan buat barisan yang kuat, siap jasmani dan rohani, agar kita dapat memainkan peran dalam tugas kerja kita, melayani pelaku utama (petani) yang juga adalah masyarakat milenial.

Menghadapi tantangan ini, bersama kita bangun kolaborasi internal dan eksternal kita, serta kita jalin kolaborasi institusi, agar kita dapat menghadapi dan memainkan peran dalam percepatan perubahan ini. Kita telah buktikan. Dalam waktu yang singkat, kita berhasil di tahun yang lalu dengan torehan yang baik. 

Masih di tempat yang sama ketua Paguyuban BPTP Seluruh Indonesia (Selindo), mengajak ASN, untuk jangan apriori diri, pekerjaan mereka paling rendah dari kita, itu bukan sifat dan entitas bangsa kita. Mari kita bangun kesatuan, kebersamaan, untuk wujudkan pakta itegritas menjadi ASN di BPTP Balitbangtan.

Lanjut Yusuf, tahun kedepan ini kita awali kerja kita dengan membagi habis pekerjaan sesuai dengan amanah yang diberikan kepada kita melalui Surat Keputusan (SK) kita diangkat dan menyatakan komitmen kita sebagai Abdi Negara. Baik kita sebagai peneliti, penyuluh, teknisi, administrasi, petugas lapangan, kebersihan ,satpam, dan sebagai mana kita ada di kantor kita ini.

Ini adalah rumah kita, piring nasikita, bersama kita bangun. Tugas pekerjaan akan jadi simpel dan sederhana, ketika kita atur dan tata sesuai dengan profesionalisme dan kepakaran kita. Pimpinan tinggal melakukan monitor mengontrol dan bila ada masalah kita diskusikan bersama. Pekerjaan adalah amanah pada kita dan kita harus jadikan beban dan tanggung jawab kita. Karena untuk itulah kita dipercayakan dengan pekerjaan itu. Kerja kita sama, tapi yang membedakan adalah beban kerja kita.

Lanjut Yusuf, Adanya BPTP Selindo, tidak hanya hadir sebagai jawaban atas kebutuhan teknologi daerah, tapi itu juga hadir sebagai sarana hidup bagi kita yang mengabdi di dalamnya. Untuk itu, saya mengajak, mari bersama kita bangun dan jawab inovasi-inovasi kebutuhan daerah, sesuai dengan yang telah diamanahkan pada tugas kerja kita.

Kita kerja Keras, Kerja Cerdas Kerja Tuntas dengan Ketulusan, saya yakin apa yang kita telah capai tahun kemarin, akan kita ulang lagi kembali kedepan. #KerjaKitaPrestasiBangsa #BalitbangtanRumahKitaBersama dan kerja kita, itulah ibadah kita yang sesungguhnya, kepada sang Khalik yang selalu menuntun dan menyertai kita semua, tutup Yusuf. *(artur)

Target UPSUS Pajale Sulut 2018 Melebihi yang Ditargetkan

Ilustrasi Gambar TR4 saat menyiapkan Penanaman Jagung. (Foto.Artur)

Kalasey, 31 Desember 2018--- Melihat keadaan lapangan dan dari laporan tim kerja Upaya Khusus (UPSUS) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) Sulawesi Utara, via Whats Apps (WA) di Sekretaria UPSUS Sulawesi Utara, maka kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir. Yusuf,MP., begitu optimis akan tercapaian LTT Pajale Sulawesi Utara

Betapa tidak, dari pantauan beliau saat melakukan kunjungan kerja di lapangan, lahan-lahan sawah dan ladang, dari kasat mata sedang giat: menanam, mengolah lahan, memanen dan ada yang masih menabur benih. Ini menjadi pertanda akan capaian Luas Tambah Tanam (LTT) akan sukses dan pasti di Maret 2019, akan ada panen raya.

Ini semua karena koordinasi yang baik tim UPSUS Pajale dengan Dinas Pertanian, Komando Distrik Militer (Kodim),Pelaku Antara (Penyuluh Pertanian), Komando Rayon Militer (Koramil), Bintara Pembina Desa (Babinsa), Pelaku Utama (Petani) Mahasiswa STTPP, alumni pertanian dan BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara selaku sekretariat Upsus.

Sesua dengan arahan pak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat mengikuti Rapat Koordinasi gabungan (5/6), untuk melakukan percepatan dengan mengoptimalkan lahan, mencari yang masih tidur dibagunkan pemiliknya, ternyata nampak setelah melihat dilapangan lahan-lahan yang biasanya tidak ditanami, saat ini siap tanam bahkan sudah tanam, kata Yusuf.

Lebih lanjut urai pria energik yang baru membilang 54 tahun hari ini (31/12), dari laporan petugas saya di sekretariat : Target tahun 2018 untuk Sulawesi Utara, masing-masing: untuk Luas Tambah Tanam (LTT) Padi 59.493,8 ha Luas Tambah Jagung (LTJ) 125.248 ha dan Luas Tambah Kedelai (LTK) 19.331,6 ha.  Dan realisasi sampai 31 Desember : Padi 255.925,2 hekto are (Ha), sekitar 102,50 % ; Jagung di targetkan 463.652 ha prosentase 103,92 ; Kedelai target 42.437 ha. realisasi 39.609,5 ha prosentase 93,33., kata Yusuf.

Untuk itu, kita syukuri bersama, karena ini dapat kita lakukan karena penyertaan Allah Tuhan kita. Dan kita boleh berkordinasi dan hasilkan melebihi dari target di tahun 2018. Saya terus mengajak kita terus tingkatkan kinerja bersama kita #KerjaPertanianPrestasiBangsa #KerjaKitaPrestasibangsa untuk itulah kita wujudkan sebagai #AbdiNegaraMasyarakat , tutup Yusuf dalam diskusi ahir tahun dengan tim Kerja Upsus Sulut di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara(*artur).

BPTP Sulawesi Utara Menutup Tahun 2018 Dengan Realisasi 93,3 Persen

Ilustrasi Gambar Foto Bersama Ahir Tahun dan Syukur Hari Ulang Tahun ke 46 Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP. (*fotoArtur)

Kalasey, 31 Desember 2018---Menutup tahun 2018, Aparatur Sipil Negara (ASN) di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, mengikuti apel tutup tahun kerja. Dr.Ir.Yusuf,MP. dalam arahan tutup tahun mengapresiasi tim litkaji dan manajemen, yang bersama bekerja keras sehingga dari 70 persen saat beliau masuk Sulawesi Utara, terus didorong sampai mencapai 93,3 persen.

“Ini kerja yang luar biasa, dan hanya dapat dicapai dengan kerja sama kita”, terima kasih para peneliti penyuluh teknisi  administrasi, satpan dan tukang kebun dan semua pihak mitra BPTP Sulut, yang telah menghentar kita pada capaian yang bagus. Namun kita jangan terlalu terbuai dengan capaian kita, karena utama dari itu adalah bagai mana kinerja kita diketahui dan bermanfaat bagi masyarakat.

Lanjut, pria energik, hobi tenis dan hari ini membilang 54 tahun. Memang tantangan yang kita hadapi di tahun ini cukup berat, namun itu menjadi ringan dan dapat kita lewati, karena dengan kerjasama  dan membangun komunikasi internal dan eksternal kita. Untuk itu, saya harap kita kedepan harus lebih keras lagi.

Tahun depan kita sudah hadapi the fourth industrial revolution  atau lebih dikenal dengan revolusi 4.0 Kita harus satukan presepsi dan buat barisan yang kuat, siap jasmani dan rohani, agar kita dapat memainkan peran dalam tugas kerja kita, melayani pelaku utama (petani) yang juga adalah masyarakat milenial.

Kita tahu bersama, bahwa sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama kebutuhan pangan dan perekonomian dan memiliki peranan penting serta strategis dalam menjaga kestabilan pangan nasional di tengah revolusi industri 4.0. dimana kita ada didalamnya.

Untuk itu saya minta teman-teman harus siap. Karena Balitbangtan saat ini, sudah menfokuskan pada kebijakan strategis seperti peningkatan produksi dan kualitas produk pertanian, petani go-digital, serta penguatan kelembagaan petani berbasis korporasi dan kawasan. Itu, menjadi acuan kerja kita kedepan dalam melaksanakan Litkaji.

Harapan Yusuf, apa yang kita sudah kerjakan dan bangun bersama dengan mitra kita, mari kita terus dan terus bangun. Ketika kita selesai dengan kegiatan kita dilapang, jangan melupakan untuk terus bangun komunikasi dan terus lakukan pembinaan dan pendampingan bagi pelaku utama yang terlibat dengan kita, agar inovasi teknologi yang sudah kita hilirkan, itu terus dideraskan pelaku utama dalam membangun usahataninya.

Ditempat yang sama Yusuf,kembali mengingatkan akan hal penting dalam kita bekerja adalah kebersamaan kita. Sesuai dengan petunjuk atasan, agar apresiasi atas kinerja kita, mari kita sepenanggungan dengan saudara kita yang belum seperti kita. Kita sadar, berkat dan rejeki kita dapat, harus kita salurkan juga sebagian bagi saudara-saudara kita, ajak beliau menutup arahan ahir tahun 2018.

Apel yang diikuti oleh para peneliti, penyuluh, staf administrasi tukang kebun dan satpam, diakhiri dengan jabat tangan kepada Dr.Ir. Yusuf,MP. Serta foto bersama di ahir tahun (*artur).

Peran Strategis Kebun Percobaan Padu Mendukung Strategis Kinerja BPTP Balitbangtan Sulut

Ilustrasi Gambar. Tim Pakar BPTP Balitbangtan Sulut di Pimpin Kepala BPTP Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP. saat diskusi pengembangan di Kebun Percobaan Pandu

Kebun Percobaan Pandu, 27 Desember 2018.---Sebagaimana yang sudah diamanatkan, bahwa Tusi Kebun Percobaan memegang peran yang strategis dalam mendukung kinerja balai, demikian penyampaian kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP mengawali silaturahim dan  penyampaian pengarahkan pada rapat  Rancangan Anggaran Pengembangan Kebun Percobaan Pandu Minahasa Utara.

Kebun Percobaan (KP) memiliki peran yang sangat strategis. Karena kebun sebagai sarana dan prasarana penunjang guna mendukung fungsi penelitian, pengkajian dan fungsi diseminasi inovasi teknologi pertanian. Dinamika fungsi kedepan kita harus optimalkan kebun sesuai dengan  harapannya dan fungsinya yaitu: 1). Sebagai lokasi penelitian dan pengkajian, 2).Sebagai tempat koleksi Plasma Nutfah (SDG), 3). Penghasil Benih Sumber, melalui kegiatan-kegiatan UPBS, 4). Sebagai Fungsi Produksi, 5). Show window hasil-hasil litkaji dan 6) Sebagai tempat Agrowisata.

Lanjut Penulis Buku Jeruk Keprok Soe, pengoptimalan sarana KP.Pandu, merupakan wujud dari pengamanan aset Barang Milik Negara (BMN), yang didalamnya sistim administrasi, Fisik fasilitas (mencegah terjadi penurunan fungsi BMN), Segi Hukum (pengamanan legalitasi kepemilikan, potensi permasalahan hukum dll). Memang kita sadari keterbatasan kita terkait Sumberdaya Manusia, Anggaran,itu bersama perlahan untuk melakukan perbaikan

Lanjut Yusuf, saya minta kepada kepala kebun bersama dengan perangkat yang ada di kebun, agar bersama-sama kita cermati tugas dan fungsi kebun kita. Karena dari 58 unit kebun Balitbangtan, dan kita salah satu dari BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara. Kita harus ada warnanya.Kita hiasi kebun kita dengan keragaman kegiatan Litkaji, sehingga tempat kita bukan hanya tempat litkaji tapi juga menjadi satu situs kunjungan Agriwisata di Sulawesi Utara, tutup beliau.  

Dalam kesempatan itu, Kepala KP. Ir.Erik Malia,MAgr. Memaparkan konsep pengembangan Pandu serta diskusi serta pembahasan interen terkait rencana pengembangan KP Pandu yang meliputi kegiatan diseminasi, litbang/pengkajian dan kegiatan revitalisasi sarana dan prasarana seperti perbaikan jaringan dan instalasi air, pagar, bangunan dan lainnya.

Pertemuan yang diikuti oleh, Victor D.Tutut,SPi.MSi.Kasie KSPP, Ir.Hartin Kasim Kasuba TU. Dr.Ir.Jefnii B.Markus Rawung,MSi. Koordinator PE.  para peneliti dan penyuluh senior serta staf KP.Pandu, dilanjutkan dengan peninjauan lapangan. (*artur).

 

Jadilah Pelopor Pemersatu Serta Menjadi Mediator Dalam Menyelesaikan Berbagai Permasalahan

Ilustrasi Foto. Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP. saat membawakan sambutan Natal 2018

Kalasey, 21 Desember 2018---#KerjaPertanianPrestasiBangsa, Kerja kita adalah ibadah kita, Bersama kita bangun dan besarkan BPTP Balitbangtan Sulut.

Dalam mengakhiri kerja kita di tahun 2018, saya mengajak teman-teman untuk fokus dan tuntaskan kontrak kerja kita masing-masing (penyuluh, peneliti  administrasi) sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Kita akan memasuki lembar liburan natal, dan akhir tahun anggaran. Untuk itu saya dorong agar kita manfaatkan waktu yang ada, dalam menyelesaikan kontrak kerja kita tahun ini.

Lanjut Yusuf, dalam satu diskusi kerja. Saya harapkan agar kita tidak hanya fokus dengan realisasi anggaran 90-an saja, tapi lebih pada tingkat ketermanfaatan kerja kita. Baik internal maupun di masyarakat. Itu harus benar memberikan sentuhan yang baik, bermanfaat dan dapat dimanfaatkan pengguna teknologi inovasi.

Ditempat lain BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP. mengingatkan agar kita bangun persaudaraan, kebersamaan dan rasa kasih sayang diantara kita semua. Melalui berbagai tugas yang telah dipercayakan kepada kita dengan talenta yang telah Tuhan anugerahkan pada kita, kita saling melengkapi menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam bekerja, membangun BPTP Balitbangtan Sulut dan pertanian umumnya di Sulawesi Utara.

Lanjut Yusuf, menjadi cita-cita kita semua untuk menciptakan suatu keadaan damai, adil dan harmonis, bebas dari konflik. Hidup dengan penuh persaudaraan, saling mencintai dan bersama-sama berbuat kebajikan, demi kebahagiaan umat manusia. Inilah cita-cita kemanusiaan yang hakiki dalam kita berkontribusi dalam membangun Bumi Rumah Kita Bersama.

Kita menyadari, bahwa BPTP Balitbangtan Sulut, terdiri dari berbagai suku, agama, etnis, bahasa dan budaya yang berbeda. Tidak ada cara lain untuk menghadapi kemajemukan itu, kecuali dengan membangun kebersamaan, saling menghormati, serta saling menghargai, mengakui kelebihan dan perbedaan kita masing-masing.

Kemajemukan yang ada adalah karunia, dan harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur. Untuk itu saya mengajak teman-teman, keragaman yang kita miliki adalah kekayaan yang harus kita terima sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lanjutnya, dengan demikian kemajemukan pada akhirnya akan mengantar agama-agama untuk kembali pada panggilan dasarnya: “memperjuangkan bumi ini menjadi tempat yang layak kita huni” dan bersama kita rawat sebagai rumah kita bersama.

Jadi inilah moment yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, seraya bersiap membangun tekad mau berubah dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga maupun BPTP Balitbangtan Sulut tercinta yang adalah rumah kita bersama.

Kata Yusuf, Natal dalam konteks terkini adalah bagaimana kita membangun sikap damai serta saling mengasihi dan merefleksikan iman spiritual. Lebih utama lagi kita melakukan kehendakNya agar kita lebih mendekati apa yang Tuhan kehendaki pada kita untuk perbuat.

Harapan Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr.Ir.Yusuf,MP. kepada senior-senior hendaknya meneladankan kepada yunior nilai-nilai yang baik. Dan sekalian umat Kristiani, bersama kita saling mendoakan dan apa yang kita perkatakan dan harapan doa kita, semoga itu yang kita implementasikan dalam tugas kerja kita. Maka damailah kantor kita jayalah BPTP Balitbangtan Sulut.

Sekali lagi saya harapkan, agar para senior, dan umat kristiani sekalian ayo menjadi pelopor pemersatu, serta menjadi mediator dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, termasuk didalamnya mendukung lewat doa dan partisipasi aktif  berbagai kebijakan dan Program Balai, demi terwujudnya BPTP Balitbangtan Sulut sebagai salah satu UPT pusat di Indonesia Bagian Timur menuju masyarakat yang semakin berbudaya, berdaya saing dan sejahtera, tutup Yusuf dalam sambutan perayaan Natal bersama keluarga besar BPTP Balitbangtan Sulut.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ir. Dolvi Mangkey dan Istri mantan kepala Balai Informasi Pertanian (BIP) dan BPTP Sulut, Cory Lintang dan Lineke Evangelin Taroreh mantan bendahara di erah mereka, serta keluarga ASN.(*artur).

Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Program Penyuluhan Provinsi Sulawesi Utara

Ilustrasi Gambar. Ir.Louise A.Matindas,MP. saat melaporkan pelaksanaan kegiatan. (*artur)

Kalasey, 07 Nov 2018.--- Bertempat di ruang pertemuan BPTP Balitbangtan Sulut, dilaksanakan kegiatan sinkronisasi materi hasil litkaji dan programa penyuluhan provinsi Sulawesi Utara. Kepala BPTP Dr. Ir. Yusuf, MP dalam sambutan menjelaskan tusi Lama: No 20/Permentan/Ot.140/3/2013. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan dan pengembangan teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, perubahan fungsi BPTP berdasarkan Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017 yang berubah yang lama No.20/Permentan/Ot.140/3/2013; yang baru: Permentan No.19/Permentan/OT.020/5/2017. BPTP mempunyai tugas melaksanakan pengkajian, perakitan, pengembangan dan Diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Di dalamnya adalah pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi spesifik lokasi.

Menurut ketua Paguyuban Kepala BPTP se Indonesia, dalam pasal 3 ayat (1) permentan ini, pelaksanaan penyusunan program, rencana kerja anggaran evaluasi. Dan laporan pengkajian, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna spesifik lokasi. Dalam tugas kelompok jabatan fungsional penyuluh pertanian adalah melakukan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi pertanian tepat guna spesifik lokasi.

Mengapa perlu sinergi peneliti dan penyuluh, BPTP dibentuk untuk mengimplementasikan konsep REL (Research Extension Linkage) sehingga integritas Penyuluhan dan peneliti kondisi ideal adalah penyuluh terlibat dalam kajian teknologi, dimana pemahaman lebih inovasi akan lebih baik. Sementara peneliti mengawal diseminasi teknologi, dimana pengenalan teknologi akan lebih terjamin.

Deliniasi tugas penyuluh dan peneliti BPTP adalah, penyuluh menyiapkan materi penyuluhan untuk penyuluh di daerah. Peneliti mengadaptasikan, mengembangkan dan memodifikasi teknologi, agar sesuai dengan kebutuhan di daerah.

Inovasi pertanian merupakan komponen kunci dalam pembangunan pertanian di Indonesia. Perubahan tusi BPTP erat kaitannya dengan tugas mandatory/perubahan program strategis kementerian pertanian yang sangat beragam.

"Beragam inovasi pertanian hasil penelitian Badan Litbang Pertanian terbukti menjadi pendorong utama dalam mencapai program strategis kementerian Pertanian saat ini. Yusuf berharap, melalui sinkronisasi program penyuluhan pertanian ini akan terjadi akselerasi diseminasi dan hilirisasi inovasi teknologi pertanian hasil penelitian Badan Litbang pertanian kepada pihak terkait.

Sementara Kadis Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara, Ir. Novly G.Wowiling, MSi. memulai sambutan dengan jalinan kerja yang telah terbina antara BPTP dan Dinas, yang harus terus dipererat dalam menjawab pertanian di Sulawesi Utara kedepan. Lebih lanjut Novly menjelaskan; Program bukan hanya menjawab keberhasilan sebatas data dan cerita tertulis. Programa adalah menjawab permasalahan hakiki dari masyarakat yang kita layani, sesuai dengan tupoksi kita.

Lanjut Wowiling, bahwa saat ini yang menjadi permasalahan utama petani adalah Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah dan inflasi. Itu yang menjadi persoalan utama. Apakah kita sebagai penggerak pertanian di Sulawesi Utara, memiliki kepekaan terhadap hal itu?. Ekspresi NTP adalah ekspresi daya beli dari petani. Semakin besar NTP, berarti petani kita semakin baik dan potret keberadaan kinerja kita sesungguhnya ada pada NTP.

Mengahiri sambutan Novly, meminta sebagai ASN kita harus memberi warna. Kita budayakan birokrasi berintegritas, melayani, dengan tulus dalam menjawab persoalan masyarakat. ASN jangan hanya melaksanakan realisasi anggaran 100 persen selesai, tapi harus menjawab persoalan masyarakat, tutupnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 40-50 orang peserta, terdiri dari para KJF di Kabupaten/Kota, Kadis Pertanian dan Peternakan, Kadis Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan Ketua KTNA dan Penyuluh peneliti di BPTP balitbangtan Sulawesi Utara.(*art)

Sumber: Humas dan PPID Balitbangtan Sulut

Yusuf: Bangun Koordinasi di Lapangan Terus Gerakkan Pelaku Utama Menanam Pajale

Ilustrasi Gambar: Dr.Ir.Yusuf,MP. Kepala BPTP Balitbangtan Sulut saat Memaparkan Materi

Best Western, 8 Desember 2018---Dinas Pertanian dan Peternakan provinsi Sulawesi Utara, dalam mendorong upaya percepatan target realisasi, mengumpulkan para petugas data dan mantri tani untuk mengikuti pertemuan percepatan pelaksanaan pembinaan Jagung di Sulawesi utara.

Kegitan yang dibuka oleh Kadis Pertanian Sulut Ir.Novly G.Wowiling,MSi. juga dihadiri oleh beberapa kepala-kepala dinas kabupaten kota berlangsung dinamis dan penuh kekeluargaan. Betapa tidak Novly dengan tutur kata lembut dan bersahabat namun pedas, menguraikan dinamika permasalahan LTT Sulawesi Utara. Mulai dari kinerja layanan yang masih banyak keluhan sampai budaya sebagian petani yang masih harus digerakkan dengan bantuan.

Lebih lanjut Wowiling,menguraikan; bahwa memang Sulawesi Utara terkait dengan Luas Tambah Tanam (LTT), sampai saat ini lebih baik dari tahun kemarin. Karena saat ini Sulawesi Utara secara nasional kita sudah di zona aman. Namun beliau belum puas, karena bagi beliau tujuan utama program bukan hanya output capaian realisasi saja, tapi harus sampai menyentuh kebutuhan hakiki petani, yaitu NTP.

Sisa waktu yang ada, sebelum tanggal 15 Desember, beliau mengajak para petugas untuk terus menggerakkan petani menanam. Demikian dengan pihak ketiga yang mendapatkan kepercayaan untuk mengadakan fasilitas petani,  walau dari sisa waktu ini adalah percepatan, tapi saya ingatkan tetap memperhatikan waktu, kualitas dan hindari mengadakan tidak memperhatikan kualitas. Imbuhnya mengakhiri sambutan.

Sementara Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP. selaku sekretariat Upsus dan Opsin, dalam kesempatan memberikan materi terkait dengan evaluasi tambah tanam Pajale dan Strategi Percepatan Pelaksanaan tahun 2018 di provinsi Sulawesi Utara.

Yusuf, mengawali pemaparan secara dialogis dengan peserta. Karena moderator Angel, meminta beliau sebelum mempresentasekan harus memperkenalkan diri dahulu. Karena beliau sebagai Kepala BPTP Balitbangtan yang baru, baru dikenal para petugas data. Lebih lanjut Yusuf memperkenalkan diri, bahwa sebelumnya beliau dari Timur (Ambon) dan di berikan kepercayaan ke Sulawesi Utara. dan perkenalan mendapat apresiasi dari peserta yang hadir.

Lebih lanjut Yusuf memaparkan materinya,  target Kementerian Pertanian minimal sama dengan tahun lalu. Bila target kita rendah akan berdampak tidak baik bagi kita di Sulawesi Utara. karena itu sangat berhubungan dengan alokasi bantuan Sulut. Untuk itu beliau mengajak peserta terutama para pencatat data dan pelapor data agar terus bangun koordinasi di lapangan dan terus melaporkan harian perkembangan tanam petani dilapangan,untuk kita naikkan LTT di tahun 2018.

Masih menurut Yusuf, strategi yang harus kita bangun adalah: koordinator pelaksana harus aktif memonitor realisasi LTT dan mempercepat solusi jika ditemukan kendala di lapangan. Bila temui kendala segeralah melakukan koordinasi keatas untuk mencari solusi pemecahannya.

Seluruh koordinator dan anggota memastikan agar data LTT tercatat dalam data SP-Kecamatan dan mengawal data BPS kabpaten dan BPS Provinsi.  Pengawalan proses CPCL, pengadaan benih/ pupuk serta distribusinya sampai ke petani oleh koordinator dan anggota Tim. Dan Tim upsus kabupaten turun ke lapang mengidentifikasi jaringan irigasi bila menghambat LTT, agar segera ada solusi pemecahan, imbih Yusuf menutup materinya.

Pertemuan selama dua hari diikuti oleh 14 kabupaten kota dan beberapa Kadis Pertanian, serta para petugas data dan SP di masing-masing kabupaten kota di Sulawesi Utara.(*art)

Peran Komoditas Unggulan Daerah Mendukung Pencapaian Target Produksi Nasional

Ketua Lemlit Unsrat, Kepala Balitbagda Kepala BPTP dan Dekan Fak.Pertanian Unsrat saat Diskusi Panel di Moderatori Oleh JG.Kindangen

Hotel Best Western,19 November 2018---Hari ini, Pertemuan Ilmiah Peran komoditas unggulan daerah mendukung pencapaian target produksi pangan nasional, secara simbolis dibuka oleh Kepala BBP2TP, yang diwakili oleh kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara Dr.Ir.Yusuf,MP.MSc., dalam sambutan mengajak agar kehadiran kita peneliti dan penyuluh perguruan tinggi dan pengusaha di tingkat petani, akan memberikan warna tersendiri dalam kegiatan usahatani.

Kehadiran secara terintegrasi dan terpadu akan memberikan solusi bagi pelaku utama dan pelaku bisnis bidang pertanian dalam menggerakkan produksi pertanian di tingkat petani sebagai produsen pertanian.

Karena ada kecenderungan penerapan teknologi oleh petani masih parsial, dan belum penuh menerapkan teknologi itu, sehingga berdapak pada hasil usahatani yang tidak maksimal. Hal ini menjadi faktor penghambat pendapatan petani dalam berusahatani.

Setelah dibuka secara resmi, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan 3 (tiga) materi pemakalah Utama. Masing-masing: Hilirisasi Inovasi Teknologi Mendukung Peningkatan Produksi Komoditas Nasional oleh Kepala Balai Besar dan Pengembangan Teknologi Pertanian;

Kebijakan Sistim Inovasi Daerah dalam rangka peningkatan kapasitas Pemda,Daya saing daerah dan pelaksanaan masterplan perencanaan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia. Dan kebijakan Pascapanen Tanaman Pangan (Pajale) oleh Dekan Fakultas Pertanian.

Pertemuan yang diikuti oleh para peneliti dan penyuluh lingkup Balitbangtan serta penyuluh pertanian di Sulawesi Utara.(*Artur)

Sumber: Arnold C.Turang

Minahasa Menanam: Pengolahan Lahan Untuk Budidaya Jagung Manis

Kakas 12 Mei 2018---Usahatani Jagung manis di Minahasa begitu menjanjikan, sehingga lahan petani yang luasannya lebih dari 2-3 ha, mereka telah mengatur penggiliran tanaman. Sebagai contoh di desa Toutimomor kecamatan Kakas pada koordinat 10 11’ 24” 1240 51’ 27” pada ketinggian 709,7m dpl, petani yang mengelola lahan bekas pacuan kuda, tinggal menggilir luasan lahan dengan tanaman Jagung Tomat, Kacang Tanah dan lainnya.

Pengaturan tanaman yang diusahakan pada lahan yang datar dan subur ini, tinggal melihat tanaman yang sedang mahal nilai jualnya dan pengusahaan tidak begitu ribet.

Luas lahan yang cukup dan kontur datar menjadi optimal pengelolaan petani sekitar  baik pemilik dan penggarap yang mendapatkan ijin dari pemerintah. Karena dengan memanfaatkan traktor roda 4 (TR-4) usahatani dengan mudah disiapkan untuk penanaman.

Dari pengamatan penulis ketika melakukan identifikasi pengoptimalan alsin TR-5, dimana lahan yang berumput langsung disemprot dengan menggunakan racun rumput. Kemudian petugas pengelola traktor melakukan pegguludan dengan alat modifikasi sendiri petugas. Alat penggulud yang telah dipasangkan pada traktor dengan jarak tanam yang direkomendasikan untuk budidaya jagung.

Tidak sampai 2 jam kerja lahan 1 ha untuk budidaya jagung manis telah tergulud dengan jarak tanam anjuran untuk budidaya jagung manis, telah siap ditanami. Bila masih harus melakukan pembajakan dan membuat guludan, akan meningkatkan pembiayaan usahatani.

Setelah petugas traktor melalui dengan traktor yang telah direkayasa dengan jarak tanam. Petugas penanam 2 orang, langsung mengikuti lajur guludan dengan membenamkan jagung  1 tanaman dalam satu lobang dengan jarak 25 cm dalam barisan. Luas lahan 1 ha dengan 2 orang penanam dan 1 orang mengaplikasi racun rumput dan 1 petugas traktor, tidak sampai 5 jam pekerjaan menanam telah selesai.

Dengan menggunakan TR-4, pekerjaan yang dulunya menjadi berat bagi petani bila dengan membajak dulu baru membuat lobang tanam, kini menjadi mudah. TR-4 setelah melakukan pengolahan tanah sistim Tanam Tanpa Olah Tanah (TOT) untuk usahatani jagung manis, dalam sehari bisa melayani beberapa petani. Arnold C. Turang,SP. Penyuluh Pertanian Balitbangtan, melaporkan dari Kakas Sabtu, 12 Mei 2018. (*acturang)

Penanaman Perdana di Kanonang Minahasa.

Kanonang, 18 Januari 2017.

Penanaman perdana Jagung di Kononang, ditandai dengan penggunaan alat tanam langsung Jagung yang langsung disimulasikan oleh Kadis Pertanian Prov. Sulut Dr.Ir.Arie Bororing,MSi.

Dalam penanaman Jagung tersebut, dihadiri juga oleh Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo, MSi. KTNA Provinsi Sulut Ir. Lexi Solang dan para kelompok tani di Minahasa.

Kepala Dinas Pertanian Ir. Suhban F. Torar, berharap agar pelaksanaan penanaman perdana ini harus di kelolah dengan baik agar kemudian kita akan lakukan panen lagi, jadi tidak hanya melakukan penanaman tapi akan panen juga di tempat ini, imbuhnya.

Kepada Poktan, Petani dan KSUBersinar, KSU MBM di Desa Kanonang Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa,Torar mendorong untuk poktan dan KSU untuk terus dorong pertanian Jagung yang ada di Minahasa, jadilah Poktan sebagai pemotivator poktan dan KSU lain di Minahasa, agar Jagung Minahasa kembali Berjaya.(*art).

Komitmen Sukseskan Upsus Pajale Sulut: Direct.Serealia Tanam Jagung di Minahasa Utara

Kema, 05 Agst 2016---Kerja-Kerja dan Kerja, sebagai semangat yang harus dilakoni oleh seluruh aparat pertanian di Sulawesi Utara.

Menurut Dr.Ir Arie Bororing,MSI. selaku Kadis Pertanian Peov.Sulut, mengajak semua pelaku utama dan pendamping  untuk kejar Tambah Tanam dalam menyikapi musim El-Nino Basah yang melanda Sulut.

Aksi nyata penanaman bersama yang dilaksanakan di kecamatan Kema, dengan Direktur Serealisa Kemtan, serta Dandim Bitung dan Petugas Pendamping Lapangan, menjadi satu langkah nyata dalam memanfaatkan waktu tanam di musim el-nino basah. Untukitu Bororing mengajak para pelaku utama untuk jangan khawatir dengan El-Nino, karena kita pada posisi mengalami El-Nino basah, imbuhnya.

Masih menurut Bororing, untuk itu komitmen yang telah disepakati bersama oleh para Bupati dan Walikota ditindak lanjuti bersama di lapangan dengan menggerakkan pelaku utama serta para pendamping untuk bergerak memanfaatkan waktu yang ada dengan gerakan menanam. 

Dari pantauan tim Website UPSUS Pajale Sulut, ajakan Kadis Pertanian Sulut, ditindak lanjuti dilapangan dengan kegiatan-kegiatan penanaman seperti di Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa, Pendamping Lapangan (PPL dan BP3K) bersama TNI mendampingi kegiatan penanaman bersama di Poktan Matuari.

Menurut Kepala BP4K Tondano Selatan Douvi Angow,SP. bahwa lahan sawah yang dicetak TNI luas sekitar 80 ha dari rencana 139 ha, sudah ditanami padi sawah varietas Cigeulis dan Ciherang dengan Cara Jajar Legowo.

Kegiatan ini langsung diikuti oleh Dandim 1302 Minahasa, Kasdim dan Para Danramil, Kabid PLA,PPL dan Poktan di Tnodano Timur (*artur16).

Alat Panen Padi Karya Anak Bangsa Indonesia

Badan Litbang Pertanian "Mico Harvester: Tekan Susut Hasil Penen Hingga 2%"

Kordinasi Awal Kegiatan di Sulawesi Utara

Info Teknologi

Cara Perhitungan Pupuk Untuk Padi Sawah Luas 750 m2      
Oleh Arnold C.Turang,Ben Kumontoi dan Sudarti   
Rabu, 31 Desember 2014 04:50

Permasalahan para pendamping lapangan dalam melakukan pendampingan adalah skill yang relatif kurang dalam soal menghitung kebutuhan pupuk sesuai dengan luas lahan petani. Para petani juga hanya mengacu pada informasi, tanpa melihat tekniknya.

Tidak tepat dalam aplikasi pupuk, berdampak pada in efisiensi. Biaya produksi naik dan kerusakan lingkungan sekitar. Pentingnya cara perhitungan pupuk yang lebih mudah diterapkan petani. sebagai contoh http://sulut.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=550&Itemid=76

Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA) Modifikasi BPTP Sulut

Alat Tanam Benih Langsung (ATABELA)
Modivikasi BPTP Sulawesi Utara
Oleh: Ben Kumontoi, Arnold C. Turang, Bahtiar, GH. Joseph

http://sulut.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=252:alat-tanam-benih-langsung-atabela-modifikasi-bptp-sulut&catid=89:sl-ptt&Itemid=76



PENDAHULUAN

Program nasional Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) yang di kembangkan kementerian pertanian harus digemakan sampai ke tingkat usahatani. Program ini dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan beras Nasional bagi kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan program P2BN, sangat ditentukan oleh ketersediaan tenaga kerja dan komitmen petani serta keberpihakan pemangku kepentingan pada petani. Kurangnya tenaga kerja ketika petani melakukan kegiatan usahatani padi sawah, menjadi kendala utama sukses P2BN secara Nasional.

Sulawesi Utara dapat dimasukkan sebagai daerah sentra produksi beras, walau bukan masuk pada hitungan daerah pengembangan yang di plotkan oleh kemtan. Namun demikian Sulut mampu mempertahankan produksi sampai 6% dari yang ditargetkan hanya 5%.

Kelangkaan tenaga kerja menanam di tingkat usahatani, menjadi focus utama para pengkaji untuk berinovasi mengatasi permasalahan ini. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian di Sulawesi Utara, sudah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi permasalahan kelangkaan tenaga kerja serta usaha menekan tingkat stress tanaman pada fase awal pertumbuhan.ATABELA (alat tanam benih langsung) diharapkan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja.

ATABELA

Atabela adalah alat tanam benih langsung yang digunakan untuk membantu melakukan penanaman dengan tanpa melakukan persemaian terlebih dulu. Sehingga cara ini sangat potensi pada berkurangnya tingkat stres tanaman padi. ATABELA sudah diperkenalkan BPTP sulut di Cempaka saat PRIMATANI.

Modifikasi BPTP Sulawesi Utara, yang sudah dikaji sejak 2008 di desa Cempaka Bolmong, dan saat ini sudah dilakukan petani-petani di Werdiagung cukup menekan tenaga kerja tanam dan memberikan effek seni pada hamparan petani. Dengan cara ini memberikan kemudahan pada petani melakukan penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama.

TEKNIK APLIKASI TEKNOLOGI ATABELA

Keberhasilan ATABELA sangat ditentukan cara persiapan lahan. Persiapan lahan meliputi:

  1. Lahan baru, sebaiknya aplikasi herbisida sebelum olah tanah
  2. Lahan diolah bajak/ cangkul. Bila pake traktor, setelah diratakan biarkan lahan dan tunggu biji-biji gulma/ padi tumbuh sekitar 2 cm.
  3. Buat kemalir di keliling petakan
  4. Dua sampai tiga hari sebelum tanam, genanggi sawah dan aplikasi herbisida pra tumbuh
  5. Setelah lahan siap ditanami, rendah benih selama 24 jam, anginkan 24 jam. Setelah muncul titik tumbuh (2-3mm), benih siap ditanam
  6. Masukkan benih ke dalam Atabela, jangan terlalu basah dan jangan terlalu penuh (2/3 dari tabung paralon)
  7. Setelah selesai pengisian, alat siap dijalankan
  8. Lahan sawah harus macak-macak, air hanya ada didalam parit/caren keliling
  9. Alat ditarik sambil jalan mundur, patokan mata pada tali ajir yang dipasang sejajar pematang
  10. Patokan selanjutnya adalah garis yang terjadi saat talik pertama, jadi tali penggaris hanya digunakan bila tidak lagi yankin akan lurusnya alur.
  11. Untuk ciptakan effek seni, saat pindah pematang arah tetap mengacu arah yang sudah tertanami.

PEMELIHARAAN TANAMAN

  1. Tergantung sifat lahan di lokasi, penggenangan tipis biasanya dilakukan pada hari ke 3-5 setelah tanam
  2. 10-14 hari setelah tanam, lakukan pemupukan dasar pada larikan tanaman
  3. 15-20 hari setelah tanam, lakukan penyiangan, cara mekanis lebih baik sambil memperbaiki/mengganti tanaman yang tumbuhnya kurang baik.
  4. Cabut tanaman yang tumbuhnya terlalu rapat/banyak, tanam pada barisan tanaman yang kosong
  5. 25-28 hari setelah tanam, lakukan pemupukan susulan I dan 45-50 hari setelah tanam, lakukan                 pemupukan susulan II
  6. Lakukan pengendalian hama dan penyakit sesuai dengan kaidan PHT

KENDALA LAPANG

Setiap Inovasi baru, memiliki tanggapan berbeda sesuai kondisi daerah. Beberapa kendala pengalaman aplikasi ATABELA di lapangan:

  1. Cara petani menyiapkan lahan tidak maksimal
  2. Keterampilam petani belum ter-asa, karena teknologi baru.
  3. Petani belum familiar dengan teknologi baru
  4. Peran pendamping lapangan belum maksimal
  5. Keterbatasaan fasilitas pendukung kegiatan

Hal-hal diatas harus dicermati bersama baik petani, petugas, agar output dari kegiatan jelas sebagiamana diharapkan dari Teknologi itu. (*ART)