Minahasa Mulai Panen Jagung: Poktan Maleosan Desa Leleko Panen Jagung

Ilustrasi gambar: Penyuluh Pertanian Sdr. Ngantung saat mendampingi pemipilan jagung (*artur)

Minahasa 16 Pebruari 2019---Kondisi cuaca saat ini sangat membantu petani Jagung yang sedang melakukan panen Jagung. Dari pemantauan Liaison officer (LO) Padi Jagung dan Kedelai, melalui tarian jari tangan di hand phon android, informasi yang melakukan panen di Kabupaten Minahasa saat ini dapat diidentifikasi.

Anita Kolondam kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan Remboken kabupaten Minahasa, ketika memostingkan kegiatan panen melalui akun Whats Apps (WA) di group Penyuluh Pertanian Sulawesi Utara (13/02), segera ditindak lanjuti: dikonfirmasi balik LO BPTP Balitbangtan Sulut. Anita membenarkan kegiatan tersebut didampingi PP di wilayahnya, yaitu Jein Ngantung di desa Leleko.

Setelah di gali lebih jauh terkait lokasi yang melakukan panen di desa Leleko, ternyata tidak hanya di satu titik lokasi panen, tapi ada beberapa titik di wilayah kerjanya yang sedang melakukan panen Jagung. Lokasi yang melakukan panen di desa Leleko, masing-masing: kelompok tani Maleosan luas 2 ha dengan provitas 5 ton per ha, kelompok tani Mahawek 1,5 ha provias 6,5 ton per ha, kelompok tani Teneman 2 ha provitas 5 ton per ha. 

Menurut Anita, petani dan petugas bersyukur karena cuaca mendukung kegiatan panen. Karena sebelumnya menjadi kehawatiran petani cuaca masih anomali, sementara tidak lama lagi akan panen jagung. “Syukur pada Tuhan, saat petani melakukan panen cuaca sangat membantu, Puji Tuhan” kata Anita saat di konfirmasi. 

Menurut PP Jean Ngantung, terkait dengan teknologi yang diterapkan petani yang kami deraskan, mengacu pada teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu Jagung (PTT Jagung) jagung dengan pemupukan sesuai rekomendasi pemupukan yang telah dianjurkan petugas penyuluh pertanian di wilayah kerjanya. Juga kami tetap mengacu pada teknologi yang telah dianjurkan dan di deraskan oleh BPTP Balitbangtan sebagai sumber teknologi di daerah. Sementara benih yang digunakan adalah benih jagung hibrida, bantuan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan 65 persen kebutuhan benih petani.

Info teknologi, ikuti di: Rekom Budidaya Jagung

Dari pemantauan LO dari beberapa tempat di Minahasa harga jagung pipil untuk setiap kilo Rp. 2500, harga basah dan harga kering Rp.3500 dan memang ini tidak merata dan fluktuatif setiap tempat. Sementara harga penelusuran melalui bukalapa harga jagung pipil Rp.1200. (*Artur).

Sumber: LO Upsus di Minahasa (Arnold C. Turang) dan Ka BPP Kec. Remboken Anita Kolondam SP.; Jean Ngantung PPL 

Bio Industri Minahasa Kebangkan Teknologi kandang sapi

Ilustrasi Gambar. Kandang Sapi di Kembuan Tondano Utara (*art)

AgroInov-Kembuan Minahasa--Kabupaten Minahasa mengembangkan program bioindustri integrasi tanaman jagung dan ternak sapi di Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara. Tim kerja memperkenalkan teknologi kandang sapi dan pengolahan limbah ternak untuk tanaman. 

Kepala Balai Pengembangan Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Utara Yusuf mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program yang diusung oleh Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dan diimplementasikan oleh BPTP di 33 provinsi di Indonesia. Dari kegiatan bioindustri  itu diharapkan kegiatan usaha tani petani terbantukan. 

Buka Juga di: 1). Republik 2). Pilar 3). Technologi  

“Dengan kegiatan ini usaha tani petani dengan ternak, tidak akan ada yang terbuang. Karena, output dari satu subsistem akan menjadi input dari subsistem lain,” kata Yusuf satu kesempatan saat diskusi di Minahasa. 

Yusuf menenerangkan, hasil yang dilakukan tim kerja kegiatan dapat dilihat dari rancangan kandang pemeliharaan ternak dan pengolahan limbah secara simultan. Tim pun sudah menghasilkan pupuk padat dan cair serta sudah diimplementasikan petani dalam usaha tani Jagung. 

Yusuf berharap, tim kerja bisa optimal mendampingi petani sehingga tujuan pemerintah agar hadir di tengah-tengah petani dan menjadi solusi bagi permasalahan petani bisa terwujud. Kelangkaan pupuk dalam usaha tani juga dapat diatasi dengan mengajak petani menggunakan olahan pupuk dari kegiatan bioindustri. “Dengan demikian, kita mengambil peran dalam kemandirian ekonomi petani,” kata Yusuf 

Peneliti peternak Derek J Polakitan menyatakan, dengan penanganan limbah dalam kandang dengan tepat dan benar, maka kotoran (feses) cair dan padat dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Permasalahan bau tidak enak dalam kandang pun dapat diatasi sekaligus memberikan sumber pendapatan baru bagi petani.” 

Dalam pendampingan sebagai peneliti peternakan, kata Polakitan, petani terus diajarkan mengolah feses padat dan cair dari sapi secara konsisten. Dengan terus diulang dan diulang, keterampilan petani bisa dibangun. Saat ini, menurut Polakitan, petani sudah menghasilkan pupuk cair dan padat bahkan sudah melakukan pengemasan dan siap dipasarkan. 

Setelah diolah, hasil dari kotoran ternak sudah digunakan petani dalam kegiatan usaha tani. Biaya usaha tani dari unsur pupuk juga dapat ditekan. Petani semakin terampil dalam mengolah limbah ternak dan sumber pendapatan baru tercipta pada petani.

Menurut Polakitan, hasil dari olahan feses di kegiatan bioindustri di Kembuan Tondano sudah digunakan kelompok tani di Minahasa Utara untuk tanaman padi, jagung, dan bawang merah. 

“Hasil dari produk tanamannya beberapa waktu lalu dipanen Gubernur Sulawesi Utara dengan menggunakan pupuk hasil olahan dari bioindustri di Minahasa,” ujar Polakitan. 

Kegiatan pendampingan pada kegiatan bioindustri yang dilakukan peneliti peternakan juga dihadiri oleh tim embrio ternak Cipelang Bogor yang melakukan supervisi hasil IB para inseminator Minahasa di kelompok Makaaruyen.(*artur).

Minahasa Menanam: Pengolahan Lahan Untuk Budidaya Jagung Manis

Identifikasi Kinerja TR4 Di Minahasa oleh LO BPTP Balitbangtan Sulut (#Art)

Kakas 12 Mei 2018---Usahatani Jagung manis di Minahasa begitu menjanjikan, sehingga lahan petani yang luasannya lebih dari 2-3 ha, mereka telah mengatur penggiliran tanaman. Sebagai contoh di desa Toutimomor kecamatan Kakas pada koordinat 10 11’ 24” 1240 51’ 27” pada ketinggian 709,7m dpl, petani yang mengelola lahan bekas pacuan kuda, tinggal menggilir luasan lahan dengan tanaman Jagung Tomat, Kacang Tanah dan lainnya.Pengaturan tanaman yang diusahakan pada lahan datar dan subur ini, tinggal melihat tanaman yang sedang mahal nilai jualnya dan pengusahaan tidak begitu ribet.

Luas lahan yang cukup dan kontur datar menjadi optimal pengelolaan petani sekitar baik pemilik dan penggarap yang mendapatkan ijin dari pemerintah. Karena dengan memanfaatkan traktor roda 4 (TR-4) usahatani dengan mudah disiapkan untuk penanaman.

Dari pengamatan penulis ketika melakukan identifikasi pengoptimalan alsin TR-5, dimana lahan yang berumput langsung disemprot dengan menggunakan racun rumput. Kemudian petugas pengelola traktor melakukan pegguludan dengan alat modifikasi sendiri petugas. Alat penggulud yang telah dipasangkan pada traktor dengan jarak tanam yang direkomendasikan untuk budidaya jagung.

Tidak sampai 2 jam kerja lahan 1 ha untuk budidaya jagung manis telah tergulud dengan jarak tanam anjuran untuk budidaya jagung manis, telah siap ditanami. Bila masih harus melakukan pembajakan dan membuat guludan, akan meningkatkan pembiayaan usahatani.

Setelah petugas traktor melalui dengan traktor yang telah direkayasa dengan jarak tanam. Petugas penanam 2 orang, langsung mengikuti lajur guludan dengan membenamkan jagung 1 tanaman dalam satu lobang dengan jarak 25 cm dalam barisan. Luas lahan 1 ha dengan 2 orang penanam dan 1 orang mengaplikasi racun rumput dan 1 petugas traktor, tidak sampai 5 jam pekerjaan menanam telah selesai.

Dengan menggunakan TR-4, pekerjaan yang dulunya menjadi berat bagi petani bila dengan membajak dulu baru membuat lobang tanam, kini menjadi mudah. TR-4 setelah melakukan pengolahan tanah sistim Tanam Tanpa Olah Tanah (TOT) untuk usahatani jagung manis, dalam sehari bisa melayani beberapa petani.

Arnold C. Turang,SP. Penyuluh Pertanian Balitbangtan, melaporkan dari Kakas Sabtu, 12 Mei 2018. (*acturang)

Penanaman Perdana di Kanonang Minahasa.

Kanonang, 18 Januari 2017.

Penanaman perdana Jagung di Kononang, ditandai dengan penggunaan alat tanam langsung Jagung yang langsung disimulasikan oleh Kadis Pertanian Prov. Sulut Dr.Ir.Arie Bororing,MSi.

Dalam penanaman Jagung tersebut, dihadiri juga oleh Kepala BPTP Sulawesi Utara Dr. Ir. Hiasinta F.J. Motulo, MSi. KTNA Provinsi Sulut Ir. Lexi Solang dan para kelompok tani di Minahasa.

Kepala Dinas Pertanian Ir. Suhban F. Torar, berharap agar pelaksanaan penanaman perdana ini harus di kelolah dengan baik agar kemudian kita akan lakukan panen lagi, jadi tidak hanya melakukan penanaman tapi akan panen juga di tempat ini, imbuhnya.

Kepada Poktan, Petani dan KSUBersinar, KSU MBM di Desa Kanonang Kawangkoan Barat Kabupaten Minahasa,Torar mendorong untuk poktan dan KSU untuk terus dorong pertanian Jagung yang ada di Minahasa, jadilah Poktan sebagai pemotivator poktan dan KSU lain di Minahasa, agar Jagung Minahasa kembali Berjaya.(*art).

Pemantauan langsung lapangan LO Minahasa Arnold Turang,SP. dan Ir.Jeaneke Wowiling bersama Detaser Pronika di Kecamatan Tondano Selatan dan Barat.

Koordinasi dan Pertajam Strategi Capai Target Upsus PJK di Sulut 2016

Suasana Rapat: KepalaBP4K Minahasa Ir.Suhban F.Torar sedang diskusi dengan Kepala BP4K kota Tomohon Ir.Jantje Ering, Kadis Pertanian Kota Tomohon Ir.Ervins Liuw juga diskusi dengan Kabid Tanpang Minahasa Pak Erol, serta Peserta TNI,BPTP dan Penyuluh (04/02/2016)

Ikuti berita di:

http://sulut.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php?option=com_content&view=article&id=649:koordinasi-dan-pertajam-strategi-capai-target-upsus-pjk-di-sulut&catid=4:info-aktual&Itemid=5

Sumber: LO Minahasa (Arnold C.Turang)

 

Kodim Minahasa "Sulap" Lahan Tertidur Selama 10 Tahun, Siap Diusahakan Petani.

Tondano Barat.

TNI bekerja dengan semangat bela negara, bukan karena upah harian Rp.100.000 per hari. imbuh Bupati Minahasa ketika menghadiri penanaman perdana percontohan TNI dan Pemda Minahasa di Tondano Barat.

Kala itu, saat sambutan pada acara perdana, bupati melihat sendiri anggota TNI sedang mengolah lahan sawah dengan kedalaman sekitar 90-100 cm. digarap dengan menggunakan tangan saja lahan menjadi siap tanam.

Menurut Dandim Letkol.Inv. Teguh Hari Susanto, lahan ini memang sudah tidur selama 10 tahun. Namun motivasi anggota dengan semangat bela negara lahan ini dapat dibuka lagi jadi lahan produktif.

Diawali dengan membersihkan saluran irigasi seputaran lokasi sukurlah, saluran jadi bagus dan siap menjadi sumber air irigasi. karena awalnya saluran irigasi tidak nampak lagi di lokasi ini. Bahkan tidak nampak lagi batas-batas pemilikan lahan karena lokasi kayak hutan.

Kondisi lahan memang cukup berat, namun anggota bersemangat dengan bekerjasama BP3K Tondano Barat, dengan para penyuluh dan Pihak BPTP Sulawesi Utara kami saling kordinasi unutk bagaimana membuat lahan ini produktif lagi.

Memang kesulitan kami untuk menggunakan alat pengolah tanah, dengan lahan kondisi lumpur dalam menyulitkan kami. Harapan kami semoga masukan kami unutk di fasilitasi traktor Kura-Kura, yang diinformasikan oleh pak Rudy, dapat disiapkan di Tondano barat.

Menurut Jetty Roring,SP. kepala BP3K Tondano Barat, bahwa lokasi ini memang tidak bisa masuk traktor biasa, tapi bila direalisasikan permintaan kami pada pak Rudy, untuk difasilitasi traktor Kura-Kura, kami yakin luasan lahan tidur yang ada di sini sekitar 600 ha dapat diolah lagi.

Sumber: Arnold, Louise, Richard dan Leonie

  • Komitmen Sinergis Mendampingi Petani Sukseskan UPSUS PAJALE di Minahasa.

    Langowan, 17/02.----Cuaca, Air dan ketersediaan prasarana pendukung, menjadi pemicu semangat petani dalam Upaya Khusus Padi Sawah di Minahasa.

    Febri Kojogian, sang penggerak kelompok di Amongena, bersama anggota menyiapkan lahan 6 Ha, di titik-titik strategis untuk pendampingan penerapan Teknologi Terpadu.

    Bersama PKT sebagai penyedia sarana produksi pupuk, BPTP Sulawesi Utara pendampingan teknis Jarwo dan aplikasi kebutuhan nutrisi tanaman, serta penyuluh di masing-masing titik,akan men Show Window kan Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah, rekomendasi Pemupukan Berimbang.

    Lahan yang sudah siap ditanam, dan rencana penanaman Selasa 24 Pebruari, akan langsung didampingi oleh tim pendamping dari BPTP Sulut, Penyuluh dan PKT.

    Saat ini lahan sudah diaplikasi pupuk sesuai dengan rekomendasi yang akan digunakan, yang harus diaplikasi 1 Minggu sebelum tanam.

    Dr.Ir. Abdul Wahid Rauf,MS. kepala BPTP Sulut berharap, pada titik-titik ini, petani-petani sekitar dapat menjadikan tempat belajar dan menduplikasi teknologi yang disajikan.(*Art)

    Sumber: Arnold T dan Louise Matindas.

  • Mantapkan Tekad Melaksakanan GP-PTT di Minahasa

    Kendis,20/02/'15---Tekad bersama untuk mensukseskan kegiatan dalam rangka mendukung Kedaulatan Pangan Nasional, Minahasa melakukan temu Teknologi Bidang Tanaman Pangan.

    Menurut Erol Mondoringin, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan kelompok tani, sebagai pelaku utama. Para pendamping Lapangan, penyuluh-penyuluh setiap BP3K sebagai ujung tombak lapangan.

    Harapan kami, agar ketika para pelaku utama, melaksanakan mengikuti aturan-aturan dan akan dipertajam dalam pertemuan ini dan telah diatur dalam Pedoman Teknis. Untuk itu, yang akan membawakan pembekala, adalah instansi terkait dalam sinergis sukses GP-PTT.

    Materi-materi temu, dismapaikan dari pihak terkait. Dari Dinas Pertanian Provinsi, Balai Proteksi Tanaman, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Badan Penyuluhan Pertanian dan Peternakan (BP4K Minahasa), dan Pihak Koramil Minahasa.(*art)

    Sumber: Arnol T. dan Louise M.