Panen Perdana Jagung Oleh Bupati Minahasa Selatan

Minsel, 24 januari 2016,

Bupati Minahasa Selatan Christian Eugenia Paruntu, melakukan panen perdana Jagung Hibrida. Jagung ini adalah Jagung Hibrida yang siap dijadikan bibit.

Kegiatan Panen Perdana dihadiri oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dari Jakarta, Kepala BPTP Sulawesi Utara, wakil Bupati Minsel, dan para Pejabat Minsel serta Poktan dan Penyuluh Pertanian di Minsel.

  • PKT Inisiasi Percontohan : Berpadu Motivasi Petani dengan Percontohan Bagunkan Lahan Tidur

    Teep Amurang (6/3/'15).---Upaya Khusus Padi Jagung Kedelai di Sulawesi Utara, dengan target yang telah ditetapkan 724.234 T 2015, akan terealisasi, bila semua sumberdaya digerakkan.

    Digerakkannya semua SDM dan SDA, didalamnya lahan-lahan yang potensi, namun rendah pengelolaannya, bukan tidak mungkin Sulut dapat melampauwi target yang ditetapkan.

    Desa Teep, tepatnya di kelompok tani Maesa Aser, yang diketuai oleh bapak Marthen Rarung, anggotanya selain bergerak di tanaman pangan Jagung juga Padi Sawah.

    Lahan sawah yang masuk wilayah kelompok, luasnya ada 50 ha. Tahun sebelumnya, dikelolah kelompok, karena sistem pengairan yang bagus. Sejak ada perusahaan yang mengeruk tanah, merusak saluran irigasi, dengan janji diperbaiki, sampai saat ini tidak diperbaiki, petani kesulitan mengolah tanah karena air tidak ada lagi.

    Janji perusahaan untuk perbaiki jaringan, tinggal janji, petani kesulitan menanam, lahan semakin mengarah pada lahan tidur.

    Namun demikian, beberapa anggota kelompok tani Maesa Aser, tetap bersemangat mengelolah lahan seluas 3-4 ha. Bekerjasama dengan PT.Pupuk Kalimantan Timur, BPTP Sulawesi Utara, serta petani membuat percontohan.

    Motivasi kelompok ini, untuk mengugah petani sekitar untuk kembali mengembangkan padi, dan berharap perhatian pemerintah daerah untuk perbaikan jaringan irigasi kami, imbuh Melky Sumual (hp.0812 9117 0184).

    Percontohan Pengelolaan Terpadu mendukung Gema UPSUS Padi Jagung Kedelai, ini diharapkan menjadi titik ungkit petani di sekitar yang mulai meredup, karena air tidak dapat masuk lagi di sawah, ditambah lagi penyuluh kurang melancong, di lokasi ini.

    Menurut Ir.Richard Reppi, Pendamping UPSUS PAJALE dari BPTP untuk Minahasa Selatan, percontohan yang telah diinisiasi sendiri petani kita dukung, dengan keterpaduan bersama TNI-AD (Babinsa), PPL di BP3K, Pengamat Hama di Lapangan, Petani, PKT, BPTP, menjadikan sarana ini untuk melakukan kordinasi dan mantapkan pendampingan di Lapangan.

    Dalam kegiatan ini, BPTP datang dan bersama-sama petani memberikan contoh penerapan teknologi, terutama yang diintervensi di petani, terkait dengan sistem Jajar Legowo. Pada lahan 1 hekto are ditanami padi Varietas Inpari-9.

    Penerapan teknologi ini, pasti akan meningkatkan hasil, yang penting kita bersama komitmen menerapkan dengan tepat setiap step by stek tata cara budidayanya. Demikian dengan tanam Jajar Legowo. Kenyataan lapangan benar jarwo, tapi justru penerapan demikian, sangat merugikan petani, karena hilangnya populasi sebagian, yang seharusnya diterima petani.

    Betapa tidak, jarwo yang dilihat kasat mata, tetapi setelah dilihat jarak 20cm x 20cm legowonya 40cm, dengan demikian petani kehilangan sejumlah populasi, bukan ketambahan seperti yang diharapkan. Itu yang terpenting didampingi dan dilakukan dalam penerapan Jajar Legowo, tegas Arnold Turang pendamping dari BPTP.

    Kembali ke Reppi menjelaskan, bahwa BPTP komit memastikan penerapan teknologi sesuai dengan apa yang telah kami rekomendasikan, dan diharapkan petani sekitar dapat melihat dan mencontoh di lokasi ini. (*art).

    Sumber: Aryanto, Richart Reppi dan Arnold C. Turang

  • Sukseskan UPSUS Padi,Kita Menanam Walau Teman Sekitar tidak Menanam.

    Tatapaan(6/3/'15),---Kegiatan mendukung UPSUS Padi di Minahasa Selatan yang dilaksanakan oleh Kelompok tani bersama PT.Pupuk Kaltim dan BPTP Sulawesi Utara.

    Menurut Johanes dari PT.PKT di Sulawesi Utara, bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk mendukung kegiatan Swasembada di Sulawesi Utara. Dengan demplot ini, kita berdayakan bersama secara terpadu dengan teman-teman dari BPTP,BP4K,Dinas Pertanian,Penyuluh,TNI-AD, Bakorluh,BPTPH kita memanfaatkan sarana titik-titik demplot untuk kita berkordinasi bersama untuk sukses Swasembada Padi.

    Kegiatan yang dilaksanakan di Minahasa Selatan, baru 2 titik demplot. Di Teep 1 ha dengan varietas Inpari-9 dan Tatapaan 1 ha dengan varietas Serayu.

    Di Tatapaan di desa Paslaten, luas lahan 1 ha sudah ditanami dengan varietas Serayu. Menurut ketua Kelompok Tani Tunas Muda, Jantje Rembang, lokasi ini sengaja kami tempatkan di Paslaten, walaupun kami kesulitan air karena hanya berharap air resapan dan menunggu hujan.

    Masih menurut Jantje Rembang, sebenarnya di lokasi hamparan kelompoknya saluran irigasi bagus, namun air dari sumber utama tidak masuk karena rusak berat dan tidak diperbaiki oleh pihak PU. Kami berharap motivasi teman-teman kelompok pada hamparan yang luasnya sekitar 6oo hekto are, dapat diperhatikan dan 600 ha lahan dapat aktiv kembali.

    Ketika tim BPTP melakukan pendampingan di lokasi dan melihat dari dekat lokasi, memang sangat potensi. Hamparan diperkirahkan lebih dari 600 ha, sudah menjadi lahan tidur, dan ada sebagian menanam Jagung.

    Di lokasi, saluran irigasi tersier bagus sampai di sawah, namun air tidak ada. Namun lokasi Demplot memanfaatkan air resapan dari kebun dan di giring ke sawah. (*arat)

    Sumber: Richard Reppi,Arianto Johanes dan Arnold C.Turang