Rapat Koordinasi Evaluasi dan Sinkronisasi Data Upsus Pajale Provinsi Sulawesi Utara

Ilustrasi: Gambar Dr.Andriko Notto Susanto,SP.MP. saat memimpin Rakor Ealuasi di BPTP Balitbangtan Sulut

Manado, 26 April 2019. Bertempat di ruang Cengkeh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Sulawesi Utara, seluruh pemangku kepentingan terkait dengan kegiatan Upaya Khusus (Upsus) Padi Jagung dan Kedelai (Pajale), berkumpul untuk mengevaluasi terkait Upsus Pajale.

Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara yang di wakili oleh Ir. Hartin Kasim, mengapresiasi kehadiran para undangan yang sudah hadir dalam pertemuan. Lanjut Kasim, bahwa karena tugas luar daerah, maka Dr.Ir.Yusuf,MP. tidak dapat bersama dalam Rakor ini. Namun selaku sekretariat Upsus di daerah, terus melakukan koordinasi dan mendorong LTT di Sulawesi Utara tercapai sesuai target.

Rakor yang mengevaluasi LTT Periode Okober-Maret (Okmar) 2018-2019 dan rencana tanam April 2019 di Sulawesi Utara. Koordinator Upsus Sulawesi Utara, Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Dr. Andriko Notto Susanto,SP.MP. Dalam sambutan beliau menjelaskan surat keputusan Menteri Pertanian terkait pengaturan kembali penanggung jawab di setiap daerah. Beliau yang sebelumnya di Sumatra Selatan, saat ini diserahi tugas untuk koordinator Upsus Pajale wilayah Sulawesi Utara.

Sebagai koordinator di daerah Sulawesi Utara, beliau mengkoordiner: Kapus Karantina dan Keamanan Hayati dan Hewan daerah: Minahasa Utara, Kep. Sangihe dan Kep.Talaud; Sekretaris BKP Pusat: Daerah Kota Tomohon, Kab.Minahasa Induk, Kab.Minahasa Selatan, Kab. Minahasa Tenggara dan Wilayah Bolmong Raya, dikoordiner BPTP Balitbangtan Sulut.

Lanjut Andriko, kita bekerjasama dengan TNI, petugas pertanian, petani, kita sisir daerah-daerah yang sudah pernah kita tanami, agar kembali ditanami. Untuk daerah-daerah potensi agar segera gerakkan petani untuk kembali tanami lahan-lahan yang sudah kita tanami sebelumnya.

Mengahiri pemaparan dan evaluasi, Notto meminta agar segera percepat CPCL,dan proses kontrak kerja pengdaan benih, upayakan sampai bulan Maret sudah 80 persen. Dan bagi daerah-daerah yang sudah kontrak kerja, agar segera berkoordinasi percepat LTT harian. Demikian dengan pengadaan alsin agar segera dapat dimanfaatkan untuk percepatan tanam. Lakukan terus pengawalan dan identivikasi masalah hama dan penyakit .

Target LTT Sulawesi Utara untuk Pajale adalah : Padi 218.355,1ha, Jagung 396.552,6 ha dan Kedelai 37.079,4 ha. Target ini telah dibagikan sesuai dengan daya dukung setiap daerah, dan terus didampingi untuk dilaksanakan eksekusi setiap targetnya, tutupnya.

Ditempat yang sama, kepala Dinas Pertanian dan peternakan yang diwakili oleh sekretaris dinas Ir. Titov Manoi,MSi. menyampaikan realisasi dan capaian penyaluran bantuan ke petani. Sementara dari BPS  mengingatkan kerjasama pasti dalam pelaporan agar data dari semua mantri tani dapat terdata dengan baik sebagai kinerja kita bersama.

Kegiatan yang diikuti oleh pihak TNI, Sekrtaria BKP Pusat, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Bolaang Mongondow (Bolmong), Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Minahasa Selatan (Minsel), Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Minahasa Utara (Minut), Minahasa, Manado, Bitung dan semua LO BPTP di masing-masing wilayah. (*artur).

Sukses 4 Tahun Terakhir Kementerian Pertanian Hasil Rapat Kerja Nasional

Ilustrasi gambar Apel Kesadaran di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (*foto Artur)

Kalasey, 17 Januari 2018---Memaknai apel hari Kesadaran, di halaman kantor  BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, Dr.Ir.Yusuf,MP. menderaskan hasil rapat kerja nasional (Rapimnas) Kementerian Pertanian yang dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta (14/01).

Dijelaskan Yusuf, Rapat Kerja nasional yang dibuka oleh Menteri Pertanian Dr.Ir.H.Adi Amran Sulaiman, dan dihadiri oleh para pejabat eselon I,II dan III, lingkup Kementerian Pertanian. Juga, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertingga dan Transmigrasi Eko Puto Sandjojo, Kabareskrim Polri Arief Sulistyanto dan Direktur Pengadaan Perum Bulong, Bachtiar.

Menteri Pertanian menguraikan keberhasilan yang dicapai selang periode 4 Tahun terahir, dimana beberapa sektor di pertanian yang dikemas dalam program #Bekerja seperti pembagian Ayam KUB kepada masyarakat yang kurang mampu di pedesaan. Yang telah dikemas masing-masing mendapat 50 ekor. Hal ini menurut Mentan sangat baik untuk menambah keuangan masyarakat dan investasi mencerdaskan bangsa.

Demikian dengan keberhasilan dalam pemberdayaan daerah rawa, yang telah diberdayakan sekitar 10 juta hekto are (ha) di seluruh Indonesia. Untuk itu di tahun ini kementerian Pertanian fokus ke lahan rawa dan menargetkan 500 ribu ha. Menjadikan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan kegiatan pertanian. Ini bertujuan untuk memberdayakan petani disekitar daerah berawa, agar tingkat kesejahteraan meraka dapat diangkat.

Juga keberhasilan dalam mendorong pengembangan produk peternakan, dimana program Sapi Induk Wajib Bunting (Siwab). Kementerian Pertanian akan berjuang dengan program Siwab ini, sapi akan dikembangkan dengan Belgia Bule agar memiliki bobot berat lebih dari 2 ton, kata Mentan.

Masih kesempatan sama Yusuf mensosialisasikan hasil Rapimnas, bahwa Menteri Pertanian juga menguraikan terkait dengan inflasi, Mentan menjelaskan bahwa pada periode 2014-2017, inflasi pangan dan sektor pertanian lain,mengalami penurunan yang signifikan, yaitu sebesar 88,1 persen. Dari 10,57 persen menjadi 1,57 persen, dan harapan Mentan itu akan terus didorong pada tahun 2019.

Sementara terkait dengan eksport, terjadi kenaikan nilai eksport pertanian sepanjang periode 2016-2018. Semula sebesar Rp.384,9 triliun pada tahun 2016, naik 29,7 persen menjadi Rp.499,3 triliun pada tahun 2018. Sementara untuk import terjadi penurunan hingga 100 persen seperti pada beras umum, bawang merah dan cabai segar.

Terkait dengan investasi di sektor pertanian pada periode 2013-2018 terjadi kenaikan sebesar 110,2 persen dengan nilai total Rp.270,1 triliun. Sejalan dengan pesan Presiden Joko Widodo, untuk terus mendorong eksport dan investasi, kata Mentan. Jadi nilai investasi pertanian pada tahun 2018 mencapai Rp.61,6 triliun berbanding Rp.29,3 triliun pada tahun 2013. Dan Mentan berharap agar ini dipahami bersama para pejuang petani di Kementerian Pertanian, dalam berjuang mengutamakan petani. Petani sejahtra jangan hanya jadi slogan, tapi kita butikan.

Yusuf, menegaskan, agar para pengkaji dan semua kita yang ada di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, agar cermati, panduani dan deraskan apa yang telah kita kerjakan seperti yang sudah kita ikuti hasil Rapimnas ini. Bersama kita #Bekerja #InovasiTiadaHenti dan kita berkontribusi dalam pembangunan di Sulawesi Utara dalam Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK).

Sosialisasi hasil Rapimnas oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sebagai satu contoh dan akan diteruskan kedepan, bagi setiap petugas yang mengikuti rapat atau pertemuan di tingkat pusat dan daerah, yang mewakili Balai, harus mempresentasikan hasilnya. Karena itu terkait dengan kinerja balai dan pertanggung jawaban kita pada negara dan masyarakat. Untuk itu saya tegaskan itu wajib dilaksanakan.

Apel 17 belasan yang dihadiri oleh para peneliti, penyuluh, teknisi litkayasa administrasi dan petugas kebersihan dan satpan di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara . (*artur).

Balitbangtan Raih Penghargaan sebagai Lembaga Induk Pembina Litbang Terbaik

Ilustrasi Gambar: Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Muhammad Prama Yufdy saat Menerima Penghargaan (Humas Balitbangtan)

AgriInov.---Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) terpilih sebagai Lembaga Induk Pembina Lembaga Litbang terbaik pada acara penganugerahan Apresiasi Lembaga Litbang 2018 yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti bertempat di ICE, Serpong (13/12/2018). 

Acara yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kelembagaan Ristek Dikti serta pimpinan lembaga litbang, beberapa pemimpin daerah merupakan acara rutin Kemenristekdikti untuk memberikan apresiasi kepada lembaga litbang terbaik, baik lembaga yang ditetapkan sebagai PUI, Balitbangda, Lembaga Litbang Industri inovatif dan sertifikat akreditasi KNAPPP. 

IKUTI VIDEO Info Terkait.

Pada kesempatan tersebut 7 Unit Kerja (UK) Balitbangtan mendapat sertifikat Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian Dan Pengembangan (KNAPP) yaitu BB Biogen, BB Litvet, Balitsa, Balitjestro, Balitanah, Balittas dan Balittro.  Sementara itu 4 lembaga ditetapkan sebagai Pusat Unggulan (PUI)  IPTEK yaitu BB Biogen, Balittas, Balitsa, dan Balithi.  Balitbangtan sendiri mendapat penghargaan sebagai Lembaga Induk Pembina terbaik bersama 6 Lembaga induk lainnya.

Dengan banyak UK/UPT Balitbangtan menunjukkan bahwa kinerja Balitbangtan sudah diakui secara nasional sebagai lembaga litbang unggul di bidangnya masing-masing.  Diharapkan dengan predikat sebagai PUI maka kinerja lembaga litbang bisa lebih ditingkatkan tertama dalam menghasilkan inovasi yang memberikan dampak bagi pembangunan nasional khususnya dalam mendukung pembangunan pertanian di indonesia serta mendukung daya saing bangsa di kawasan regional dan internasional, ungkap Plt. Kepala Balitbangtan Syukur Iwantoro, dalam kesempatan terpisah.

Tahun ini sekitar 15 UK/UPT diakui keunggulannya dalam menghasilkan inovasi dibidang pertanian, ungkap Sekretaris Badan Litbang Pertanian Dr. Muhammad Prama Yufdy . “Tentunya hal ini sangat berharga bila dihitung dari kiprah Balitbangtan yang tergolong masih dalam tahap actuating di kurva kedua ini. Pengakuan yang diberikan oleh Kemenristekdikti ini merupakan bagian dari upaya Balitbangtan memperoleh feedback dari stakeholder. Tentunya bangga saja tidak cukup, dan terus perlu peningkatan atas hasil-hasil inovasi yang terus meluas di masyarakat”, tambah Dr. Prama Yufdy. (Humas Balitbangtan-Artur)

Sumber: http://www.litbang.pertanian.go.id 

Menuju Lombok Tengah Sentra Industri Benih Kedelai

AgriInov: Gambar Peserta SL-Mandiri Benih Kedelai di Lombok Tengah Saat Kunjungan Lapangan

AgIn-Lombok Tengah merupakan kabupaten sentra produksi kedelai di NTB, dengan posisi luas area tanam pada tahun 2016/2017 terluas kedua (yakni 12036 ha) setelah Kabupaten Bima yang mencapai 16.184 ha. Anjasmoro dan Dena 1 merupakan varietas yang sudah populer di Lombok Tengah sejak beberapa tahun silam.

Pemda Lombok Tengah, melalui Dinas Pertanian setempat, sangat menginginkan wilayahnya menjadi salah satu sentra industri benih kedelai, bahkan ingin mandiri dalam penyediaan benih kedelai. Hal tersebut sangat beralasan karena potensi untuk hal tersebut cukup besar di wilayah ini, misalnya adanya berbagai kondisi agroekologi untuk usahatani kedelai, dukungan Pemda setempat yang cukup besar, adanya penangkar-penangkar baru yang tumbuh, kemudahan akses untuk memperoleh benih sumber, berjalannya proses sertifikasi benih oleh BPSB, dan terbukanya peluang pasar benih kedelai bersertifikat, serta adanya pendampingan teknologi budidaya maupun produksi benih kedelai bermutu secara intensif dari BPTP NTB.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Lombok Tengah Ir. Lalu Iskandar, bahwa pada tahun 2017 dari Lombok Tengah sudah mampu diproduksi benih kedelai bersertifikat sebanyak 900 ton, yang sebagian untuk memenuhi kebutuhan benih Kabupaten lain.

Terkait dengan obsesi sebagai sentra produksi/industri benih kedelai, penumbuhan penangkar di wilayah tersebut terus digalakkan. Sebagai contoh, bersama BPTP NTB, kegiatan SL-Desa Mandiri Benih Kedelai dari Badan Litbang Kementerian Pertanian mulai tahun 2017 dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah.

Pada tahun 2017, melalui kegiatan tersebut telah berhasil ditumbuhkan penangkar benih kedelai di Kelompok Tani Beriuk Tinjal, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat. Calon benih yang dihasilkan selanjutnya diproses menjadi benih bersertifikat oleh UD Pusaka Tani. Sebagian besar benih bersertifikat dimanfaatkan oleh Dinas Pertanian setempat sebagai benih sumber untuk musim berikutnya di lokasi lain dan sebagian yang lain diperbanyak lagi oleh anggota Kelompok Tani setempat.

Pada tahun 2018 telah berhasil ditumbuhkan juga penangkar benih kedelai di Kelompok Tani "Pade Mele", Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Kegiatan SL-Desa Mandiri Benih Kedelai pada tahun ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2018. Di lokasi LL (Laboratorum Lapang) kegiatan ini diperkenalkan beberapa varietas unggul baru kedelai seperti Devon 1 dan Dega 1, selain varietas Argomulyo dan Anjasmoro; sekaligus digunakan sebagai tempat belajar bersama bagi Kelompok Tani tersebut dalam memproduksi benih kedelai bermutu.

Benih kedelai bersertifikat yang dihasilkan mencapai sekitar 1 ton dan kini sudah ditanam/ditangkarkan lagi di wilayah Kecamatan Pujut. Benih sumber untuk kegiatan SL-Desa Mandiri Benih Kedelai berasal dari Balitkabi. Selain itu, Balitkabi juga turut berperan dalam pendam-pingan transfer teknologi produksi benih kedelai bermutu, bersama BPTP NTB. 
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan data realisasi luas panen kedelai di Lombok Tengah tahun 2016/2017, maka Kecamatan Pujut dan Praya Barat sangat potensial sebagai lokasi produksi benih kedelai melalui Sistem Jabalsim (Jalinan Arus Benih Antar Lapang dan Musim) dalam rangka keman-dirian benih kedelai di Lombok Tengah.

Selain itu, kegiatan SL-Desa Mandiri Benih Kedelai di Kabupaten Lombok Tengah, NTB telah mengikuti prinsip ‘bisnis plan’ dimana benih yang dihasilkan dari kegiatan tersebut langsung dimanfaatkan pada musim tanam berikutnya oleh pengguna, atau dengan kata lain perencanaan dan pelaksanaan kegiatan tersebut telah mempertimbangkan ‘pasar’/kebutuhan pengguna.

Kegiatan tersebut juga mendukung pentingnya penumbuhkembangan industri/penangkaran benih kedelai berbasis masyarakat (Didik Harnowo, Balitkabi Malang).(*artur)

Sumber: Pilar Pertanian

Penyuluh Minahasa dan BPTP Balitbangtan Sulut Hasilkan Jagung Hibrida Nasa-29

Totolan Kakas, 10 Desember 2018--- Sekitar 45 Penyuluh Pertanian (PP) di Kabupaten Minahasa berkumpul di Desa Totolan Kecamatan Kakas. Dalam pertemuan tersebut, para “Ujung Tombak” pembangunan pertanian sedang diskusi bersama dengan peneliti dan penyuluh di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, dalam rangka Peningkatan Kapasitas Penyuluh untuk proses produksi Jagung Hibrida Nasa-29.

Menurut Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) kabupaten Minahasa, Resina Tikoalu,SP. Penyuluh Pertanian di Minahasa, selama proses produksi Jagung Hibrida, mereka telah dibagi jadwal dalam mengawal langsung kegiatan produksi benih Hibrida. Diharapkan mereka tidak hanya mengulas teori saja, tapi mengalami prosesnya. Agar kelak dilapangan menghadapi dunia nyata pertanian jaman now, mereka lebih trampil.

Resina mengapresiasi program yang dikembangkan Balitbangtan. Kegiatan yang dilaksanakan di dua lokasi di Minahasa masing masing 1 ha., dan langsung di dampingi para penyuluh menjadi bahan pembelajaran baik bagi penyuluh. Untuk itu kedepan, penting disandingkan dengan kegiatan daerah untuk peningkatan kapasitas para penyuluh pertanian di lapangan, harapnya.

Sementara Kepala BPTP Balitbangtan Sulut, Dr.Ir. Yusuf,MP. Dalam sambutan Temu Lapang mengatakan; salah satu tupoksi BPTP adalah melakukan pengkajian, perakitan, pengembangan dan diseminasi teknologi pertanian tepat guna sepsifik lokasi. Temu Lapang pada kegiatan kaji terap panen jagung Nasa 29 merupakan salah satu cara dalam Proses Diseminasi teknologi pertanian dari Badan Litbang Pertanian kepada pengguna.

Lanjut Yusuf, sinergitas peneliti penyuluh sangat diperlukan dalam rangkah akselerasi percepatan hilirisasikan inovasi teknologi ke pengguna. Karena, Inovasi pertanian merupakan komponen kunci dalam pembangunan pertanian. Oleh karena itu dalam kegiatan kaji terap yang berbasis Jagung hibrida Nasa 29 di Kabupaten Minahasa ini, sebagai titik ungkit sinergitas yang harus kita bangun bersama.

Temu Lapang ini bertujuan untuk menyebarluaskan dan memperkenalkan teknologi tepat guna Jagung Hibrida di lahan kering, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi bagi penyuluh dan pengguna teknologi dalam penerapan dan pengembangan inovasi terkini. Percepatan transfer dan proses adopsi teknologi Balitbangtan serta wahana penjaringanumpan balik untuk penyempurnaan teknologi sehingga terwujud inovasi secara berkesinambungan dan identifikasi kebutuhan teknologi spesifik lokasi.

Dalam kegiatan ini lanjut beliau, harus melibatkan unsur peneliti, penyuluh dari BPTP Balitbangtan, Penyuluh Pertanian Kabupaten Minahasa dan petani di sekitar pelaksanaan kegiatan. Dalam proses kegiatan ini akan tercipta diskusi dan akan diahiri dengan kegiatan Temu Lapang dan Panen secara simbolik sebagai salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan kaji terap, tutup beliau.

Kegiatan temu lapang yang diramu secara dialogis oleh Dr.Ir.Conny Manopo,MSi. dan Supratman Siri,SP. diharapkan dapat menjadi titik ungkit sinergitas penyuluhan dan sebagai satu metode untuk peningkatan kapasitas para penyuluh dalam mengawal teknologi di lapangan. Karena mereka belajar merancang dan melakukan kegiatan prosesnya produksi benih hibrida dari awal, tuturnya.

Kasie KSPP BPTP Sulut Victor D.Tutut,SPi.MSi., yang menutup acara mengapresiasi animo para penyuluh yang terlibat mengikuti kegiatan ini. Beliau berharap agar para penyuluh terus mengembangkan diri menghadapi tantangan penyuluhan kedepan dengan fasilitas kecangihan jaman Now-nya.(*art)

Anjang Karya program Smallholder Livelihood Development in Eastern Indonesia (SOLID) Halmahera Tengah di Sulawesi Utara

Anjang Karya SOLID Dinah Pangan Halmahera di Kaki Gunung Lokon (*art)

Manado, 27 Oktober 2018---Anjang Karya sebagai program Smallholder Livelihood Development in Eastern Indonesia (SOLID), Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Halmahera Tengah, yang mengambil lokasi di Sulawesi Utara.

Di Sulawesi Utara, tim yang dipimpin oleh bapak Arifin. Dalam audiensi awal yang dilakukan bersama BPTP Sulawesi Utara, Arifin menguraikan akan maksud dan tujuan kedatangan di Sulawesi Utara. Tim SOLID, akan mengamati, mendengarkan dan berdiskusi dengan pelaku utama dan pelaku antara pertanian akan keberhasilan budidaya tanaman hortikultura, pengolahan hasilnya sampai pemasaran hasilnya.

Sesuai dengan hasil hunting awal bersama tim dari BPTP, tim SOLID akan mengunjungi lokasi-lokasi sentra komoditas Hortikultura dan Floricultura di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

Di BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara (26/10), Tim Solid mendapatkan penjelasan dari Kasie Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian (KSPP) Victor D. Tutud, SPi. MSi., tentang program kerja BPTP Balitbangtan serta inovasi tekologi seperti: AEZ, Penggunaan Katam Terpadu, Jarwo, Pemeliharaan Sapi Sistim Tower, Teknologi sambung pucuk pala, kakao,Teknologi TSS Bawang Merah, dan lain-lain, kegiatan yang sedang berjalan di lapangan.

Rombongan tim Solid, yang terdiri dari pelaku utama (Petani) Staf DKP dan koordinator yang berjumlah sekitar 20 orang, didampingi oleh Peneliti Dr.Freddy Lala,SP.MSc. dan Penyuluh Arnold C. Turang, SP. dan pelaksana Kehumasan BPTP Balitbangtan Sulut.

Kunjungan di lapangan diawali di lokasi showindow tanaman floricultura kota Tomohon, pertanian pangan dan horti di kawasan Gunung Lokon, pengembangan komoditas bawang merah di Tomohon Selatan dan ke Minahasa untuk melihat pengembangan kacang tanah dan home industri kacang sangrai.

Dilanjutkan melihat kegiatan pengolahan hasil berbahan baku beras dan kacang tanah di kelompok Wanita Debora Sumarayar dan berakhir di Budidaya Wortel dan Kentang di Rurukan kota Tomohon.

Sumber: Fredi & Arnold