Penanaman Perdana Jagung Varietas Nasa untuk Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat di Kawasan PT MSM-TTM di Minahasa Utara

Ilustrasi gambar suasana penanaman Jagung Nasa 29 di Minahasa Utara (*FotoJans)

Minut—26 Januari 2018---Berlokas di desa Winuri kecamatan Likupang Timur kabupaten Minahasa Utara, BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, bekerjasama dengan PT. Meres Soputan Mining (SMS) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (NTT). Merealisasikan kerjasama dengan Program Pendampingan Pemberdayaan dan Pengembangan Masyarakat sekitar Tambang Emas.

Pada lahan 2 ha dari sekitar 98 ha yang dikelolah oleh sekitar 20 kelompok tani dekembangkan Jagung Vareitas Nakula Sadewa (Nasa). Penanaman perdana yang dilaksanakan pada (26/01). Dan dihadiri oleh sumber teknologi dari BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara dan Balitserealia Maros.

Sarto Kariman, yang mewakili pimpinan PT.MSS/TTN, menyambut baik pelksanaan kegiatan ini. Ini yang pertama dalam kegitan perusahaan melalui program pemberdayaan dan pengembangan masyarakat. Saya harap, program ini, terus dikembangkan, bukan hanya pada luasan 2 hekto are (ha) lahan saja, tapi lebih luas lagi.

Sementara kepala BPTP Balitbangtan yang diwakili kasubag TU, Ir.Hartin Kasim,menyambut baik upaya perusahaan menggandeng sumber teknologi, guna melakukan pendampingan teknologi produksi Jagung Nasa-29. BPTP Balitbangtan menurut Kasim, telah melakukan produksi pada lahan 3 ha pada tahun 2018 di Minahasa Utara, juga di Minahasa bersama penyuluh pertanian untuk kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh di Minahasa.

Ditempat yang sama, Ir. Bahtiar,MS. mewakili kepala Balai Serealia Maros, menyambut baik pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penanaman Jagung Hibrida Nasa-29. Masih menurut Bahtiar, bahwa, Balit Serealia melalui Balan Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara, akan terus mendukung program penyediaan benih dan teknologi pendampingan.

Saya harap agar para petani pelaksana, dapat mengikuti dengan baik teknis pelaksanaan dari persiapan penanaman sampai proses perlakuan terhadap tanaman. Keberhasilan dari kegiatan sangat ditentukan mulai dari penanaman, pemeliharaan, pemupukan tepat waktu dan harus dimonitor terus agar proses pertumbuhan tanaman terus diikuti dan didampingi, imbuh Bahtiar.

Sementara Kadis Pertanian Ir. Wankge Karundeng,MSi., sangat mengapresisasi kegiatan yang dilaksanakan di Minahasa Utara. Beliau berjanji akan mendukung dengan memberikan bantuan Alat mesin pertanian (Alsintan) bagi petani, untuk mendukung program ini. Sehingga kegiatan ini akan nenjaditempat pembelajaran bagi penyuluh dan petani pelaksana.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 100 petani sekitar tambang, kepala-kelapa desa dan pihak BPTP Balitbangtan Sulut, Balitpalma Mapanget, Pihak PT.MSM dan NTT dan masyarakat sekitar. (*Artur).

Edisi Bakobong TVRI Stas. Manado Angkat Budidaya Pepayah Merah Delima Balitbangtan

Ilustrasi Gambar: Penyuluh BPTP Balitbangtan Sulut saat Shooting di Lapangan. (*Hummas/PPID BPTP Balitbangtan Sulut).

KBI Pandu, 30 November 2018---Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) sudah menghasilkan banyak teknologi inovasi untuk petani Indonesia, namun masih relatif kurang terpublis dan terhilirkan di tingkat masyarakat pertanian. Kebun Percobaan (KP) Pandu, sejak tahun 2011 ( saat pengembangan m-KRPL) sudah mengembangkan Kebun Bibit Induk (KBI) untuk membantu menyediakan benih dan bibit bagi petani.

Tele Visi (TVRI) Republik Indonesia stasiun Manado, melalui liputan: Petani Ba Ko’Bong (Petani Berkebun) meminta BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, untuk menjadi nara sumber pada liputan tahun ini. Tema yang diminta dan diangkat adalah tanaman pepaya. Arnold C. Turang yang ditugaskan untuk menjadi nara sumber, menguraikan teknik budidaya perspektif agribisnis untuk tanaman pepaya merah delima, dalam liputan petani Bakobong.

Liputan ini dilakukan pada Jumat,30 Nopember 2018, oleh Cru TVRI Stasion Manado, langsung di lokasi. Turang, saat memaparkan materi yang dikemas dalam paket petani Bakobong, menguraikan peran BPTP Sulut sebagai sumber teknologi inovasi di daerah, memiliki kembun percobaan dan Kebun Bibit Induk sebagai tempat budidaya dan produksi benih karya para peneliti Balitbangtan.

KBI Pandu menghasilkan benih-benih sayur buah dan tanaman tahunan yang induknya didatangkan melalui Balai Penelitian (Balit). Benih dikembangkan dan dilakukan perbanyakan untuk hasilkan benih dan diderashilirkan pada masyarakat. Sehingga untuk kebutuhan benih masyarakat dapat dipenuhi. Entah melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (MKRPL) atau disiapkan untuk komersialisasi melalui Taman Agro Inovasi Mart (Tagrimart).

Tanaman yang termasuk banyak diminati dan diminta petani, baik kelompok KRPL maupun pribadi, adalah buah Pepaya Merah Delima, Cabe, Tomat dan Bayam serta Sirsak unggul. Untuk buah Pepaya, yang dikembangkan adalah pepaya merah delima. Ini karena keunggulan tanaman yang sudah dihasilkan dari karakterisasi, seleksi dan hibridisasi oleh Balitbangtan. Keunggulannya yaitu, buah tebal lebih dari 3 cm, rasa manis, warna daging buah merah orage dan produktivitas 70-90 ton per hektare dengan ukuran buah pepaya sedang.

Lebih lanjut Penyuluh BPTP Balitbangtan menjelaskan teknik budidaya tanam pepaya merah delima dari teknik penyiapan benih, bibit, cara semai, olah tanah, perawatan dan pengendalian hama sampai pada panen dan pasca panen pepaya merah delima.

Maria sebagai kepala produksi TVRI, mengapresiasi BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, ternyata memiliki kebun yang dapat menyediakan benih dan bibit untuk penuhi kebutuhan petani di Sulawesi Utara. Bahkan Maria berjanji untuk bekerjasama dengan BPTP akan mengangkat tema-tema pertanian yang dikembangkan di KP-Pandu. Dan untuk tahun 2019,Maria akan mengangkat tema buah Sursak Unggul Balitbangtan, yang sudah ada di KP-Pandu. (*Art).

Sumber: Arnold C. Turang

Info terkait : 

Minahasa Utara Panen Benih Kedelai Unggul Tahan Naungan Di Antara Pohon Kelapa

Dr.Ir.Yusuf,MP. saat panen kedelai di Minut. (*Victor/Artur)

Dimembe, Minahasa Utara, 22 November 2018.---Acara panen bersama tanaman kedelai merupakan rangkaian puncak dari kegiatan "Kajian Teknologi Budidaya Kedelai Integrasi dengan Tanaman Kelapa" yang dilaksanakan sekitar tiga bulan yang lalu.

Tujuan kegiatan ini selain untuk menghasilkan Benih Dasar Kedelai unggul bersertifikat, juga dalam rangka mempercepat proses alih teknologi pertanian (hilirisasi teknologi), dimana ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa lahan kosong di antara pohon kelapa yang selama ini hanya dibiarkan begitu saja (tidur), ternyata dapat dimanfaatkan guna memberikan tambahan pendapatan usahatani.

Acara yang dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Sulut Dr. Ir. Yusuf, MP, dihadiri oleh Kabid Penyuluhan Distanakbun Minahasa Utara Ir. Bonie Kanter, M.Si, Kepala Sub Bidang Keamanan Hayati Hewani Barantan drh. Duma Sari Harianja, M.Si. (Tim PJ. UPSUS PAJALE Wilayah Minahasa Utara, Bitung dan Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud), BPSB TPH Minahasa Utara, Peneliti dan Penyuluh pertanian serta petani. 

Kepala BPTP Balitbangtan Sulut dalam sambutannya menyampaikan bahwa; mandat BPTP adalah menyiapkan paket teknologi spesifiksi lokasi dalam rangka pelayanan hasil-hasil penelitian kepada petani. Untuk itu BPTP Balitbangtan Sulut secara kontinu, melakukan litkaji dalam menghasilkan inovasi teknologi unggul spesifik lokasi dan  mendiseminasikannya dalam "satu tarikan nafas" sebagaimana demplot kedelai yang akan dipanen sekarang.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, untuk mewujudkan desa mandiri benih di wilayah Minahasa Utara, beliau mengajak dan memotivasi Pemda Kabupaten Minahasa Utara serta petani pengusaha tani serta media kita bersama padu dalam mengusahakan lahan di antara pohon kelapa dengan menanam kedelai.

Masih menurut beliau, bahwa untuk mengatasi masalah pemasaran dan harga kedelai yang sukar dan kurang menguntungkan, sebagaimana yang disampaikan beberapa petani tadi, maka Pemda kabupaten Minahasa Utara harus meregulasi kebijakan dalam memperkuat kelembagaan petani dan menfasilitasi ataupun mencari link dan akses pemasarannya. BPTP Balitbangtan Sulut siap mendukung sepenuhnya dari aspek pendampingan teknologi, termasuk penyediaan benih unggul bersertifikat.

Varietas-varietas kedelai yang dikaji adalah: Dena 1(varietas yang toleran naungan sampai 50%) dan Anjasmoro. ditanam di lahan seluas kurang lebih 4 hektar. Hasil ubinan untuk varietas Dena 1 menunjukkan hasil yang cukup baik yaitu sekitar 2.85 t/ha. Bandingkan dengan rataan produksi di tingkat petani di Provinsi Sulawesi Utara yang hanya 0,8 t/ha. Hasil ubinan ini masih lebih tinggi dari produksi nasional yaitu 2,5 t/ha. Sedangkan untuk varietas Anjasmoro akan dipanen dua minggu lagi.(*Artur).

Sumber: Humas/PPID Balitbangtan Sulut

Hilirkan Inovasi Teknologi Pada Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Politeknik Manado

Ilustrasi Gambar. Olahan Es Krim dari Sayur Pakcoi (*Humas Balitbangtan Sulut)

Kaima, 30 November 2018---Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kaima Kec. Kauditan Kab. Minahasa Utara tanggal 30 Nopember 2018 terbilang sukses. Kegiatan ini diprakarsai oleh Politeknik Negeri Manado yang berkolaborasi dengan BPTP Sulut sebagai narasumber

Demo produk pengolahan Instan Jahe, Es Krim Pokcai  (SMOTI), Abon Cabe, dan Sirup Pala, menjadi titik ungkit pertemuan. Bahkan menurut Ir.Gabriel H.Joseph selaku ketua Kelompok Pengkaji (Kelji) di BPTP Sulut, akan ditindak lanjuti dengan kegiatan bersama dalam bentuk MoU. Hal ini menjadi penting dan strategis bagi masyarakat Kaima, karena daerah sasaran telah dicanangkan gubernur sebagai desa kunjungan wisata, imbuh Joseph.

Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 50 orang yang terdiri dari kelompok wanita tani, Ibu-ibu PKK, calon wirausahawan, perangkat desa, mahasiswa, serta koordinator BPP Kauditan yang dibuka oleh Kepala Desa Kema Pak. Pangemanan. Dan beliau sangat berterima kasih atas terpilihnya desa kami untuk melakukan kegiatan yang bernilai ekonomi ini dan bukan hanya memberi nilai tambah bagi masyarakat, tetapi juga dapat dijadikan peluang usaha baru dalam mengelolah beberapa produk lokal unggulan untuk dijual kepada turis yang akan berkunjung ke desa Kaima.

Peserta sangat antusias bahkan mereka tidak menyisakan hasil demo untuk dapat dicicipi hasil kerja mereka. Pimpinan Politeknik Negeri Manado yang diwakili oleh Ketua Jurusan Admiistrasi Bisnis Dr.Frefendy Rasyid, MSi menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPTP Sulut dan mengharapkan kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan diitingkatkan dalam bentuk MOU.

Dalam kegiatan ini, Joseph dari BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menyerahkan benih komoditas sayuran untuk masyarakat. Lanjut Josep, produk benih ini dihasilkan spesifik lokasi di Sulawesi Utara. Karena dihasilkan di Kebun Bibit Induk (KBI) KP-Pandu. Beliau juga menginformasikan bahwa selain benih sayuran BPTP juga ada bibit Padi Inpari 24, 31 dan kedelai. Benih dan bibit Cengkeh, Pala, akan disalurkan bagi masyarakat yang berminat. Silahkan mengajukan permohonan secepatnya, tutup Joseph.(*artur)

Sumber :Mardiana

  • Pentingya Partisipasi Kelompok Tani Mendukung Upsus Pajale

    Kamis,(12/2)---Kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) Padi, Jagung dan Kedelai di Sulawesi Utara sejak dicanangkan(21/1)dengan pembangunan jaringan irigasi di Minahasa Utara, telah menjadi motivasi baru bagi petani sawah di sekitar aliran irigasi yang akan dilalui jaringan ini.

    Semangat Mapalus (kerja gotong royong) yang selama ini relatif berkurang, kembali bangkit. Betapa tidak semangat yang dipicu oleh srikandi Kepala Desa yang didukung rakyat dan TNI, menjadi semangat masyarakat dalam bahu membahu membangun jaringan irigasi menuju sawah yang sudah lama tidak lagi terlihat padi menguning.

    Menurut kesaksian Dr. Dedy Rochyadi, ketika mendarat di Minahasa Utara, langsung menuju Minahasa Utara dan melihat dari dekat pembangunan jaringan yang sudah berlangsung dengan baik, walau menurut beliau, dana untuk itu belum dicairkan. Ini membuktikan komitmen masyarakat tani, Pemerintah serta TNI, semakin erat dan memberikan hasil baik.

    Lebih lanjut dijelaskan, bahwa memang ada dana untuk bantuan pembangunan, namun yang tidak kalah penting adalah swadaya masyarakat yang sudah ditunjukkan menjadi pengikat bersama, untuk menjadi titik ungkit mensukseskan Program UPSUS PAJALE di Sulawesi Utara.(*Art)

    Sumber: Rita N dan Arnold T.

  • Petani Minahasa Utara Gencar Membangun Saluran Irigasi Tersier.

    Kema I (3/3)--Tim kerja BPTP Sulut pendukung UPSUS Pajale, melihat pembangunan Jaringan Irigasi yang diharapkan dapat mengairi luasan 70 ha sawah, tim kerja menemui kelompok tani yang sudah sementara membangun jaringan irigasi. Menurut penuturan ketua kelompok di lokasi sekitar 60 ha, dengan terbangunya jaringan irigasi, akan bertambah 10 ha yang akan terairi, sehingga itu sudah membantu kami petani, ujar ketua kelompok ketika ditemui di lapangan.

    Di lokasi Kema I, hamparan seluar 70 ha, dengan keragaman kondisi pertanaman. Ada yang sedang melakukan panen, adan yang sedang menanam, mengolah tanah dan ada yang masih dalam kondisi belum ada aktivitas. Memang, kondisi ini menurut penuturan ketua kelompok, karena teman-teman mengejar ketersediaan air, sehingga ada yang langsung menyiapkan lahan untu langsung menanam, adan yang belum. Di tempat ini padi yang dikembangkan petani varietas lokal.(*art)

    Sumber: Rita Novarianto dan Jemmy Wenas.