#InovasiTiadaHenti

19. Agt, 2019

Kalasey,19 Agustus 2019.---Hasilkan pangan sehat dipekarangan kita, untuk masa depan SDM generasi milenial Bangsa kita. Dr.Ir. Yusuf, MP. saat menghadiri acara panen perdana tanaman sayuran di kebun Laboratorium Diseminasi (Labdis)  Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara pagi ini.

Kegiatan ini masih dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Dan terkait dengan tema tahun ini “Sumberdaya Unggul Indonesia Maju”. Maka kunci penting mendukung sumberdaya unggul dan maju adalah ketersediaan pangan yang sehat dan kaya akan vitamin dan mineral. Itu hanya dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan pekarangan. Baik itu pekarangan rumah, juga kantor.

Program Kementerian Pertanian dalam kemasan Obor Pangan Lestari (OPAL) merupakan derifatif dari tema diatas dan harus dihilir deraskan ke masyarakat. Dan itu harus kita diseminasikan di kantor kita sebagai sumber teknologi pertanian di Sulawesi Utara.

Menurut Dr.Ir.Yusuf, MP. saat dihubungi, beliau menguraikan bahwa: hadirnya Opal di Labdis, sebagai entry point Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara dalam percepatan menghilirderaskan penganekaragaman konsumsi pagan, melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan kantor, yang kami diseminasikan di Labdis.

Yusuf mengutip Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, tentang Pangan. Pada Pasal 60 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan local guna mewujudkan hidup sehat, aktif dan produktif.

Lanjut Penulis buku Agribisnis dengan Supplay Chain Management-nya; dalam hal penganeka ragaman konsumsi pangan, lanjut Yusuf, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi dimana dalam Pasal 26 mengamanatkan bahwa: upaya penganeka ragaman pangan, salah satunya dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, termasuk pekarangan kantor.

Untuk itu, dilahan pekarangan kami, dengan luas sekitar 0,5 ha kami laksanakan Diseminasi Obor Pangan Lestari (Opal). Metode yang kami laksanakan, dengan membagi pada kelompok pengkaji (Kelji) lahan yang ada, untuk diberdayakan sesuai dengan kepakaran teman-teman, sambil mengintroduksi derasnya revolusi industry ke-empat.

Lanjut  Yusuf, dengan kegiatan Opal ini, diharapkan Diseminasi inovasi teknologi Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara khususnya dan Balitbangtan Kementerian Pertanian pada umumnya akan semakin bergema. Dengan melihat, tetangga dan pengunjung kami harapkan dapat mengintroduksi inovasi teknologi yang kami diseminasikan.

Saya tegaskan pada para pengkaji, bahwa kita kurangi bicara, dan perbanyak aksi lapangan, terutama di Labdis. Selanjutnya identifikasi permasalaha produksi komoditas yang di diseminasikan, kemudian diformulasi serta dihilirkan melalui media on line. Itu introduksi inovasi kita di revolusi industry ke empat ini. Di tempat yang sama,Yusuf melanjutkan melaksanakan panen perdana tanaman kangkung (Ipomoea aquatica) organic yang dikembangkan oleh Kelji Sumberdaya. Pada kolam yang ekstrim airnya, dengan kepakaran Kelji Sumber Daya, mereka berhasil menyulap kolam menjadi tanaman kangkung air yang sehat.

Menurut Ir. Paul C. Paat, MP, ahli Peneliti Utama Peternakan dan sebagai ketua Kelji Sumberdaya, bahwa Opal sebagai program Nasional Kementerian Pertanian,maka di tingkat UPT, harus mendukung dan berkontribusi. Gebrakan kepala Balai, bahwa kegiatan ini tidak hanya dikelola oleh sekelompok orang saja, tapi harus terpadu. Sehingga di kelji kami juga digerakkan untuk melakukan pengolahan lahan yang ekstrim, namun Puji Tuhan, hari ini kepala Balai sudah dapat melakukan panen, tutup Paat.

Menurut koordinator Labdis Ir. Gabriel H. Joseph, MSc. Sesuai yang direncanakan, kegiatan teman-teman akan kami agendakan untuk penilaian kerjasama tim Kelji, dalam memberdayakan Labdis sesuai kebun masing-masing. Soal yang akan menjadi penilai, dari kita-kita saja setiap Kelji mengutus perwakilan penilai dan sebagai posisi penilai netral kepala balai, tutup Joseph.

Panen yang dihadiri oleh ketua-ketua Kelji dan TU, serta perwakilan beberapa anggota kelji, terlaksana dengan baik. Dan hasil panen langsung dijemput oleh pembeli yang dikontak secara on line.

Di tempat berbeda, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Balitbangtan Arnold C. Turang, SP. Saat dihubungi media ini, menegaskan bahwa: Kepala Balai Dr.Ir.Yusuf,MP., sangat antusias dan komit mendorong dan menggerakkan para pengkaji untuk terus berinovasi. Apalagi dengan derasnya globalisasi di era revolusi 4.0 bahkan sudah terasa revolusi industry 5.0. lantas kita masih gagap “menarikan” jari-jari kita di fasilitas revolusi Industri ini, itu sangat keterlaluan.

Turang meng-iakan hal tersebut, apalagi dengan fasilitas pemerintah untuk mendukung karya inovasi Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat diperhatikan. Hadirnya inovasi teknologi di revolusi industry 4.0, menurut Turang, harus dimainkan menjadikan sarana kebaikan terpublikasi. Jangan globalisasi hanya menggombalisasi kita. Artinya kita hanya dimanfaatkan, tanpa memanfaatkannya sebagai sarana kebaikan terpublikasi.

Sumber: Arnold C. Turang,SP. HUMAS_PPID

14. Agt, 2019

Oleh: Ir.Jeaneke Wowiling[1], Arnold C. Turang,SP.[2]

Pendahuluan

Pemerintah Joko Widodo, menargetkan kembalikan kejayaan Indonesia sebagai raja rempah Dunia. Menteri pertanian dalam satu kesempatan: "Saya berikan penugasan khusus Kepala Badan Litbang Pertanian menjadi koordinator nasional dalam upaya mengembalikan kejayaan rempah Indonesia," dalam acara Pengukuhan Profesor Riset Kementerian Pertanian, di Kampus Balitbangtan Cimanggu, Kota Bogor, Jawa Barat,(15/10/2018).

Upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian untuk mewujudkan komitmen tersebut diawali dengan produksi benih, sebar aneka tanaman perkebunan yang telah dilakukan oleh Badan Litbang Pertanian sebanyak 18.289.935. "Produksi benih ini telah disebar atau didistribusikan kepada petani di beberapa daerah sentra produksi, untuk mengembalikan produk rempah ini (Kemtan 2018).

Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan Banda, Maluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempah, buah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi. Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius "Si Tua". Semenjak zaman eksplorasi Eropa pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia (Grenada). Istilah pala juga dipakai untuk biji pala yang diperdagangkan.

Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Tanaman pala rata-rata mulai berbuah pada umur 5 – 6 tahun. Setelah mencapai umur 10 tahun produksi buahnya mulai meningkat hingga mencapai optimum pada umur rata-rata 25 tahun. Produksi umum ini bertahan hingga tanaman pala berumur 60-70 tahun.

Pala dipanen biji, salut bijinya (arillus), dan daging buahnya. Dalam perdagangan, salut biji pala dinamakan fuli, atau dalam bahasa Inggris disebut mace, dalam istilah farmasi disebut myristicae arillus atau macis). Daging buah pala dinamakan myristicae fructus cortex. Panen pertama dilakukan 7 sampai 9 tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat mencapai 20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun.

Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari fulinya. Pengeringan ini memakan waktu enam sampai delapan minggu. Bagian dalam biji akan menyusut dalam proses ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang biji akan pecah dan bagian dalam biji dijual sebagai pala.

Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.

Cara Perbanyakan Pala

Tanaman pala dapat diperbanyak dengan cara generative dan juga dapat diperbanyak dengan cara vegetative. 2 cara perbanyakan ini dapat dilakukan untuk perbanyakan tanaman.

Sampai saat ini, cara perbanyakan masih dilakukan secara generatif yaitu dengan biji. Pada umumnya dari 100, biji yang menjadi tanaman betina hanya 55 %, sedangkan yang lainnya adalah jantan (40%) dan hermafrodit (5 %). Perbandingan jenis kelamin (sex ratio) tersebut baru bisa diketahui setelah tanaman pala memasuki fase generative.(berbunga) yaitu pada umur 6 -8 tahun.

Oleh karena itu tanaman pala yang diperbanyak secara generatif apabila ditanam di lapang tidak dapat menghasilkan perbandingan yang ideal antara tanaman betina dan jantan (8:1), sehingga akan terja di kelebihan tanaman jantan dan tercampur dengan hermafrodit dengan demikian budidayanya tidak efisien. Selain itu posisi antara tanaman betina dan jantan kemungkinan berjauhan sehingga produksi buahnya rendah, karena banyak bunga betina yang tidak terserbuki oleh bunga jantan.

Salah satu upaya untuk memecahkan masalah tersebut di atas adalah melalui perbanyakan vegetatif. Melalui cara tersebut perbandingan antara jantan dan betina yang ideal di lapang dapat ditentukan sejak dini (saat penanaman) dan dipastikan mempunyai sifat-sifat unggul seperti induknya, serta berproduksi lebih awal (umur ± 3 tahun setelah tanam) dengan vigor tanaman lebih pendek namun bercabang tetap banyak sehingga memudahkan panen buah.

Perbanyakan pala secara vegetatif di Indonesia belum banyak dilaporkan. Diduga keberhasilannya masih rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbanyakan pala melalui sambung pucuk secara epicotyl grafting dengan menggunakan batang bawah berumur 20-30 hari, adalah cara yang terbaik dengan tingkat keberhasilan mencapai 80-90%. Epicotyl adalah tunas embriotik di atas kotiledon. Dengan demikian epicotyl grafting adalah sambung pucuk dengan menggunakan bagian batang bawah di atas kotiledon.

Tujuan cara penyambungan pada bagian tunas embriotik ini adalah agar penyembuhan luka cepat terjadi dan kalus cepat terbentuk sehingga jaringan batang atas dan batang bawah cepat bersatu/bertaut. Perbanyakan pala dengan menggunakan umur batang bawah yang lebih tua (umur 3-4 bulan) tingkat keberhasilannya sangat rendah < 20%. Melalui perbanyakan secara epicotyl grafting bahan tanaman pala dapat tersedia lebih cepat 3-4 bulan karena tidak memelihara batang bawah terlalu lama.

Oleh karena itu untuk tujuan pengembangan pala pada masa yang akan datang sebaiknya menggunakan benih hasil perbanyakan vegetatif (epicotyl grafting),baik untuk penanaman baru maupun rehabilitasi tanaman jantan dan hermaprodit yang tidak diperlukan serta tanaman tua yang tidak produktif.

Persiapan Benih Untuk Batang Bawah

Persyaratan Benih

  • Benih berasal dari buah yang telah masak berumur ± 10 bulan.
  • Tanda buah yang masak antara lain kulit buah berwarna kusam, kuning kecoklatan.
  • Sebaiknya benih diambil dari buah yang terbelah di pohon
  • Benih yang berasal dari buah yang masak berwarna coklat tua sampai hitam mengkilap dan fuli berwarna merah
  • Bobot benih minimal 15 g /butir.
  • Bebas hama dan penyakit
  • Benih pala harus segera disemai selambat-lambatnya 24 jam setelah dikeluarkan dari kulit buah dan fulinya

Penyemaian Benih

  •  Siapkan tempat penyemaian yang terbuat dari plastik atau kayu yang dilubangi bagian bawahnya (untuk drainase air penyiraman) Isi dengan serbuk sabut kelapa (cocopeat) atau serbuk gergaji yang sudah lapuk.
  • Siram dengan air bersih seperlunya namun jangan sampai tergenang, cukup lembab saja
  • Letakkan  benih pala terpilih dengan posisi tidur dalam bentuk barisan yang teratur dengan jarak tanam 0,50 x 1 cm atau 1 x 1 cm
  • Selanjutnya tempat penyemaian  ditutup dengan karung goni atau koran basah untuk menjaga kelembaban
  • Tumbuhnya tunas kecambah menandakan benih sudah siap dipindahkan ke pembibitan pada polybag
  • Tunas akar tumbuh setelah benih berumur ± 1,5 bulan setelah semai (Gambar 7).
  • Tunas kecambah tumbuh setelah benih berumur ± 2,5 bulan setelah semai.

Persyaratan Pohon Induk

  • Pohon induk harus sudah diketahui dengan jelas jenis, varietas dan asal usulnya
  • Umur pohon induk sebaiknya >15 tahun, dengan produksi buah > 4000 butir /pohon/tahun.
  • Untuk pohon induk jantan dipilih dari pohon yang produksi bunganya lebat.
  • Bentuk pohon piramidal atau silindris
  • Berbuah teratur setiap tahun dengan musim panen besar 2 kali setahun
  • Buah/biji besar
  • dan fuli tebal serta
  • berkualitas tinggi
  • Bebas hama penyakit dan terpelihara dengan baik
  • Varietas yang dianjur kan untuk sumber entres atau batang atas adalah: Tidore-1, Ternate -1, dan Tobelo-1 atau pohon induk pala produksi tinggi dari koleksi plasma nutfah Balittro.

Pengambilan Entres

  • Ambil entres dari pohon induk betina atau jantan terpilih dengan ukuran diameter batang sama dengan batang bawah, batang sudah sedikit mengayu, mempunyai daun yang telah dewasa (berwarna hijau tua mengkilap), mempunyai mata tunas tidur, panjang entres 8-12 cm, daun dibuang disisakan sepasang daun dewasa dekat mata tunas (bagian ujung), kedua daun tersebut kemudian dipotong setengahnya
  • Rendam pangkal batang entres pada air bersih agar tidak layu
  • Pengambilan entres dapat dilakukan pagi hari antara pukul 09.00-11.00 atau sore hari antara pukul 15.00-17.00
  • Apabila kebun induk entres cukup jauh dari lokasi tempat grafting, maka entres yang telah dibasahi dikemas dengan menggunakan kulit pohon pisang yang masih segar/gedebog atau kantong plastik yang diberi serbuk sabut kelapa basah atau serbuk gergaji yang sudah lapuk, dengan cara demikian entres tahan sampai 5-6 hari

Cara Epicotyl Grafting Pala

  • Pilih batang bawah dari benih yang telah berumur 20-30 hari yang memenuhi syarat
  • Potong benih pada ketinggian 5-10 cm  dari biji kecambah (kotiledon), buat irisan vertikal (batang dibelah dua tepat di tengah-tengah) sepanjang 3-4 cm menyerupai huruf V dengan menggunakan silet yang tajam
  • Ambil entres yang telah tersedia dengan diameter batang sama dengan diameter batang bawah, kemudian diruncingkan pada bagian pangkalnya sehingga erbentuk huruf V sepanjang 3-4 cm (sesuai dengan irisan vertikal batang bawah)
  • Entres yang telah diruncingkan kemudian di masukkan pada batang bawah secara hati-hati bagian kambium batang atas harus menempel dengan sempurna pada kambium batang bawah agar air dan makanan dari batang bawah mengalir sampai ke batang atas, kemudian diikat dengan tali plastic bening yang lentur
  • Benih yang telah disambung kemudian disiram dengan air sampai jenuh,kemudian di sungkup dengan kantong plastic bening yang bagian dalamnya disemprot dulu dengan air untuk meningkatkan kelembaban
  • Benih yang telah disambung disimpan kembali di tempat pembibitan.
  • Amati benih yang telah disambung setiap minggu. Apabila terdapat tunas yang tumbuh dari bagian batang bawah segera dibuang karena akan menghambat pertumbuhan tunas batang atas. Selanjutnya benih disungkup kembali dengan kantong plastic.
  • Apabila pada waktu umur 3-4 minggu setelah penyambungan kondisi batang atas/entres masih berwarna hijau dan sepasang daunnya masih utuh serta tunas sudah mulai tumbuh menjadi calon daun menandakan sambungan telah berhasil atau telah terjadi pertautan antara bata ng bawah dan batang atas.
  • Sungkup kantong plastik dibuka setelah tunas tidur pada batang atas tumbuh menjadi sepasang daun, yaitu pada umur 1,5-2 bulan setelah penyambungan/BSP
  • Tali plastik pada sambungan dibuka setelah benih berumur 3 BSP
  • Naungan dijarangkan secara bertahap (benih berumur 6–12 bulan memerlukan inten-sitas matahari ± 75 %).

Penutup

Setelah digemakan kembali bangkitkan kejayaan rempah-rempah Indonesia men-Dunia, maka gerakan pembembalian ke Jayaannya, di mulai. Dan hal penting yang menjadi entripoin dari keberhasilan itu adalah ketersediaan benih unggul dan tanaman untuk rehabilitasi komoditas rempah-rempah ini.

Salah satu cara dengan perbanyakan sistim grafting, diharapkan akan mendongkrak program penanaman dan rehabilitasi komoditas tanaman perkebunan ini.

Disadari teknik ini, masih dalam penderasan ke pelaku utama dan antara, untuk mempercepat dan perdalam keterampilan para pelaku utama dan antara dalam keterampilan perbanyakan dengan cara perbanyakan grafting. Demikian dengan keterbatasan sumber batang atas untuk grafting.

Dengan inovasi teknologi perbanyakan secara grafting, diharapkan akan mewarnai perkembangan tanaman perkebunan khusus untuk tanaman pala.

 

Sumber Bacaan:

  1. https://www.kaskus.co.id/thread/555c2a4d128b46403e8b456d/kisah-buah-pala-si-rempah-rempah-berdarah-dari-timur-indonesia/
  2. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2018/03/20/jalan-panjang-dan-sejarah-pala-dari-kepulauan-banda
  3. https://docplayer.info/54492045-Teknik-perbanyakan-pala-jantan-dan-betina-melalui-epicotyl-grafting-pendahuluan.html
  4. https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-jokowi-target-kembalikan-indonesia-sebagai-raja-rempah-dunia.html


[1] Ahli Penyuluh Utama di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara

[2] Penyuluh Ahli Pertama di Balitbangtan BPTP Sulawesi Utara

14. Agt, 2019

Dunia di ujung jari-jari. Tinggal di tarikan untuk melihat dunia. Istilah ini tidaklah berlebihan, sebab inspirasi sering kali datang dari aktifitas keseharian. Contohnya, kajian penelitian yang di lakukan oleh salah satu staf  Balitbangtan BPTP Sulut, Hasrianti Silondae ini.

Kepada warga yang berkunjung ke kandang ayam kampungnya, dia mengisahkan awal mula mengapa ia begitu tertarik meneliti ayam kampung tersebut.  Sebagai seorang ASN juga ibu rumah tangga, diakuinya bahwa inspirasi untuk meneliti sering muncul ketika ia sedang di dapur.

Tatkala mengiris wortel dan beberapa wortel harus di sisihkan karena mulai membusuk, ia tiba-tiba berpikir; "mengapa itu tidak digunakan saja sebagai salah satu suplemen untuk ayam kampung".

Matanya berbinar, dan sejurus kemudian ia berselancar ke dunia maya. Mengulik kisah-kisah peternak unggas, membaca literatur ilmiah terkait kajian-kajian yang sudah dilakukan dalam hal pemanfaatan limbah wortel yang potensial sebagai pakan suplemen.

Dari hasil bacaan dan pengamatannya di rumah, terhadap ayam-ayam peliharaannya yang dibudidayakan secara tradisional, ia berkesimpulan bahwa pada umumnya dengan sistem pemeliharaan tradisional atau ekstensif menghasilkan ayam kampung dengan bobot 1 kilogram pada umur pemeliharaan 6 bulan.

Dengan pemikiran bahwa wortel yang mengandung karoten sebagai provitamin A yang berperan penting dalam proses pertumbuhan, kesehatan penglihatan, serta berperan penting untuk sistem kekebalan tubuh tentu saja sangat menguntungkan dan mudah dalam pembuatannya serta harganya yang terjangkau.

Menurutnya, ayam yang diberi perlakuan jus wortel bisa mencapai bobot 1 kilogram pada umur pemeliharaan 3 bulan disamping pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi.

Diketahui bahwa ayam kampung memiliki daya tahan tubuh yang baik terhadap penyakit dan stress. Upaya pencapaian produktivitas maksimal ayam kampung juga terus dilakukan melalui perbaikan kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan dengan sistem pemeliharaan intensif.

Pemberian jus wortel sebagai imbuhan dalam air minum diharapkan dapat membantu peternak untuk mendapat hasil yang lebih optimal dan menekan biaya obat-obatan. “Alhamdulillah, selama penelitian ayam saya ini yang mati hanya 2 ekor itupun matinya di minggu ke-2 pemeliharaan akibat stres perjalanan.

” Mendapat motivasi ini, warga yang bersilaturahim tersebut tampak antusias, karena selama ini yang mereka tahu, momok paling menakutkan dalam usaha peternakan unggas adalah tingkat mortalitas atau kematian yang tinggi sehingga menimbulkan kerugian.

“Bapak, Ibu, saya juga sering berbicara dengan ayam ketika pertama masuk kandang. Ketika saya sedang meracik ransumnya saya putar musik relaksasi dan mp3 Al-Qur’an. Jadi, saya enjoy, ayamnya juga ikut senang.”

Kisah unik itu tentu saja membuat mereka semakin tertarik untuk memelihara ayam. “Silahkan, kalau ibu-ibu senang berternak itu lebih bagus lagi, karena bisa menambah penghasilan keluarga dan sarana hiburan,” Imbuh sang peneliti.

Memelihara ayam ternyata terbukti menjadi sarana edukasi dan piknik bagi anak-anak. Menjelang akhir kajian, anak-anak dari sekolah alam berkesempatan magang setengah hari di kandang, berdiskusi, memberi makan dan memegang ayam yang menurut mereka sangatlah lucu dan menggemaskan.

Satu pesan untuk anak-anak ini: jangan ragu untuk menekuni sebuah pekerjaan yang bisa bermanfaat bagi orang banyak, salah satunya dengan berternak yang dalam pikiran sebagian orang bahwa berbaur dengan ayam di kandang identik dengan bau dan kotor.

Tentu saja, dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus berkembang boleh jadi suatu saat akan ditemukan parfum wangi yang khusus untuk kandang sehingga bisa membuat peternak betah dalam memelihara dan merawat ayamnya. (*Hs)

4. Jun, 2019

اسلام عليكم .

Jika Maaf itu boleh diungkap hari ini, Saya tidak menunggu hari raya Idul Fitri tiba.

Karena hembusan nafas pun kita tak pernah tahu bila akan berhenti, maka dari itu saya sampaikan, "Mohon Maaf atas Kesalahan Kekhilafan maupun perbuatan yg sengaja & tidak sengaja, yang membuat sakit hati saudara-saudaraku semua.

Sebelum Ramadhan pergi, sebelum Idul Fitri datang, Saya Dr.Ir. Yusuf,MP. dan keluarga sampaikan mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan dan kekhilafan saya dan keluarga.

Selamat menikmati dan mengartikan hari-hari terakhir Ramadhan, semoga kita akan dipertemukan kembali dengan ramadhan tahun-tahun berikutnya. Aamiin.

TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM, BARAKALLAHU FIIKUM !

Dr.Ir.Yusuf,MP. Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Utara.

3. Jun, 2019

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2019 ini, harapan saya senantiasa kita warnai dengan aktivitas-aktivitas bermaaf. Mari kita bersilaturahmi saling memaafkan akan kehilafan. Kita maknai Lebaran ini dengan melakukan kehendan Allah.

Semoga dengan semangat Hari Raya Idul Fitri 1440-H 2019-M, ini kita jadikan entripoind #Bekerja dengan cerdas #TerusBerinovasi memberikan kontribusi di revolusi industri ke empat, dengan dinamikanya. 

Kita bangun komunikasi internal dan eksternal kita, dalam melaksanakan tugas dan kerja kita. #IndonesiaJaya Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1140 h.

Saya Dr.Ir. Yusuf, MP. sebagai kepala BPTP Sulawesi Utara, saya menyapa: “ Selamat Merayakan Lebaran, mohon maaf lahir batin, bagi kita semua. Baik saudara-saudara saya yang merayakan Idul Fitri,juga saudara-saudara saya yang Kristiani”  

Tuhan Beserta Kita Semua, Amin.